143,9 Juta Orang Diprediksi Mudik Tahun Ini, Pemerintah Siapkan Strategi Transportasi hingga Diskon Tiket

AKURAT.CO Pemerintah memprediksi sebanyak 143,9 juta orang akan melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2026. Untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas tersebut, berbagai strategi disiapkan mulai dari pengaturan transportasi, stimulus ekonomi berupa diskon tiket, hingga program mudik gratis.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, mengatakan angka tersebut merupakan hasil survei pergerakan masyarakat yang dilakukan bersama Badan Pusat Statistik (BPS).
"Walaupun prediksi tahun ini turun sekitar 1,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, kita tetap harus waspada karena realisasi pergerakan pada Lebaran 2025 mencapai 154 juta orang, lebih tinggi dari prediksi," kata Aan dalam acara Dialektika Demokrasi bertema Sinergi Pemerintah dan Stakeholder Buat Mudik 2026 Aman dan Nyaman, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Baca Juga: Pemprov Jakarta Buka Mudik Gratis ke Kepulauan Seribu, Pendaftaran Dibuka 9 Maret 2026
Menurutnya, pemerintah melakukan persiapan lebih awal agar potensi lonjakan pemudik tidak menimbulkan kemacetan dan gangguan transportasi selama periode Lebaran.
Pemerintah juga menyiapkan berbagai stimulus untuk meringankan biaya perjalanan masyarakat. Di antaranya diskon tarif penyeberangan sebesar 21,3 persen di 14 pelabuhan, potongan harga sekitar 30 persen untuk tiket kereta api dan transportasi laut, serta diskon tarif tol sekitar 17–18 persen.
Selain itu, program mudik gratis juga disiapkan dengan menyediakan 41 bus yang mampu mengangkut sekitar 15.000 penumpang. Program ini juga mencakup layanan pengangkutan sepeda motor menuju 34 kota tujuan di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Pemerintah juga menggandeng PT Kereta Api Indonesia untuk menyediakan layanan pengangkutan sepeda motor bagi pemudik yang menggunakan moda kereta api.
Aan menjelaskan, periode Angkutan Lebaran 2026 akan berlangsung selama 18 hari. Berdasarkan perhitungan Kementerian Perhubungan, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 April 2026, sedangkan puncak arus balik diprediksi pada 24 April 2026.
"Kami berharap pengaturan ini dapat membantu mendistribusikan pergerakan masyarakat sehingga tidak terjadi kepadatan pada tanggal-tanggal puncak," ujarnya.
Baca Juga: MTI Soroti Sejumlah Risiko Mudik 2026, dari Pasokan BBM hingga Jalanan Rusak
Untuk mendukung kelancaran arus mudik, pemerintah juga menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) dengan Kementerian PUPR dan Kepolisian terkait pengaturan lalu lintas selama periode Lebaran.
Beberapa kebijakan yang diterapkan antara lain pembatasan operasional angkutan barang tertentu selama masa mudik, kecuali kendaraan yang mengangkut bahan bakar minyak dan kebutuhan pokok.
"Sinergi antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan sangat penting agar mudik 2026 dapat berjalan lancar dan masyarakat dapat pulang kampung dengan aman," tutup Aan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









