Akurat
Pemprov Sumsel

Huntara di Wilayah Bencana Sumatera Berbeda-beda, Tito Pastikan Warga Tetap Dapat Fasilitas Layak

Ayu Rachmaningtyas | 7 Maret 2026, 12:22 WIB
Huntara di Wilayah Bencana Sumatera Berbeda-beda, Tito Pastikan Warga Tetap Dapat Fasilitas Layak
Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian.

AKURAT.CO Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, mengecek sejumlah fasilitas yang tersedia di lokasi hunian sementara (huntara) di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, serta berdialog dengan para pengungsi.

Dia menjelaskan, huntara yang dibangun di Pidie Jaya terbagi menjadi empat jenis. Di antaranya huntara yang dibangun oleh BPI Danantara, huntara yang diinisiasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), huntara yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Kemudian ada huntara yang didirikan secara gotong royong oleh organisasi kemasyarakatan (ormas) dan relawan. Dari empat tipe bangunan huntara tersebut, terdapat perbedaan karakteristik fasilitas di dalamnya.

Baca Juga: Waskita Karya dan Kementerian PU Rampungkan Huntara untuk 300 Warga di Aceh Utara

"Misalnya di BNPB di sana dia tidak ada ranjang tapi kelebihan dia dapurnya, ada toiletnya sendiri. Kemudian di Danantara hampir sama seperti PU, tempat tidurnya ada ranjangnya, ada kipasnya lebih dingin, lebih nyaman, tapi dapurnya dan toilet, kamar mandi bersama-sama, komunal," kata Tito, dikutip Sabtu (7/2/2026).

Meski terdapat perbedaan fasilitas, pemerintah memastikan para pengungsi tetap memperoleh hunian yang layak dan nyaman.

Baca Juga: Sudah 70 Persen, Kementerian PU Kebut Pembangunan 245 Huntara di Batangtoru

Pemerintah juga terus mengebut proses pemindahan pengungsi yang masih berada di tenda ke huntara maupun ke tempat tinggal yang lebih layak, melalui skema dana tunggu hunian (DTH) sebelum Idulfitri 1447 Hijriah.

Berdasarkan data yang dikantonginya, dari tiga provinsi terdampak bencana di wilayah Sumatera, baru Provinsi Sumatera Barat yang jumlah pengungsi di tendanya mencapai nol.

"Nah ini target kami dengan BNPB kemarin semua akan di huntara dan untuk masalah makanannya nanti, 10 hari ke depan ditanggung oleh BNPB. Setelah itu akan menggunakan uang lauk pauk, jadup istilahnya dari Kementerian Sosial," ungkapnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.