Akurat
Pemprov Sumsel

Peringatan Nuzulul Qur'an, Presiden Prabowo Ajak Masyarakat Jadikan Al-Qur'an Sumber Persatuan dan Kedamaian

Moehamad Dheny Permana | 11 Maret 2026, 06:19 WIB
Peringatan Nuzulul Qur'an, Presiden Prabowo Ajak Masyarakat Jadikan Al-Qur'an Sumber Persatuan dan Kedamaian
Presiden Prabowo Subianto dalam Peringatan Nuzulul Qur'an Tingkat Kenegaraan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/3/2026) malam. (Biro Pers Setpres)

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto menggelar Peringatan Nuzulul Qur'an Tingkat Kenegaraan Tahun 1447 Hijriah di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/3/2026) malam.

Peringatan tersebut menjadi momentum refleksi spiritual bagi bangsa Indonesia untuk memperkuat nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an dari Surah An-Najm ayat 1 sampai 20 oleh qari cilik M. Zian Fahrezi, siswa Kelas 4 SD peraih Juara 1 Kategori Anak-anak dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Internasional Al-Ameed ke-3 di Karbala, Irak, tahun 2026, serta saritilawah oleh Velly Syukron.

Lantunan ayat suci tersebut menghadirkan suasana khidmat dan penuh kekhusyukan. Sekaligus mengingatkan akan besarnya rahmat dan karunia Allah SWT bagi umat manusia.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menjadikan Nuzulul Qur'an sebagai kesempatan memperkuat keimanan, menjadi sumber inspirasi dalam merawat persatuan bangsa Indonesia, serta dalam mewujudkan kehidupan yang damai, adil dan membawa rahmatan lil alamin.

Baca Juga: Doa Khusus untuk Presiden Prabowo, Quraish Shihab: Semoga Dibantu Tuhan Tegakkan Perdamaian dan Keadilan

"Peringatan Nuzulul Qur'an kali ini saya kira adalah suatu kesempatan bagi kita sekalian untuk masing-masing memahami, masing-masing meresap, meresapi arti daripada apa yang diajarkan dalam Al-Qur'an itu tersebut," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Peringatan Nuzulul Qur'an Tingkat Kenegaraan tahun ini sebagai pengingat bagi seluruh bangsa Indonesia, untuk senantiasa menjadikan Al-Qur'an sebagai sumber nilai dan petunjuk dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Peringatan Nuzulul Qur'an yang diselenggarakan ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan publik. Sehingga ajaran-ajarannya tidak hanya dibaca dan dihayati, dihafal tapi juga betul-betul diamalkan dalam kehidupan sehari-hari," jelasnya.

Lebih lanjut, ulama dan cendekiawan muslim, Prof. Quraish Shihab menyampaikan uraian dalam hikmah Nuzulul Qur'an.

Dalam tausiyahnya, Quraish Shihab mengajak umat untuk merenungkan makna mendalam di balik turunnya Al-Qur'an sebagai rahmat dan petunjuk bagi seluruh alam.

Baca Juga: Prabowo Bersyukur Kekayaan Alam RI Melimpah: Kita Akan Keluar dari Krisis dengan Lebih Makmur

Ia menekankan bahwa Al-Qur'an bukan sekadar kitab yang dibaca. Melainkan harus dihayati, diamalkan dan dijadikan landasan dalam membangun Indonesia yang penuh keberagaman.

"Allah ingin mengajarkan kita bahwa perbedaan itu adalah suatu keniscayaan. Tetapi perbedaan tidak perlu menimbulkan pertentangan. Kalau kemarin kita berbeda dalam berpuasa, terbuka kemungkinan yang tidak kecil kita pun akan berbeda dalam berlebaran. Tapi perbedaan sama sekali tidak menimbulkan pertentangan. Perbedaan yang dikehendaki Al-Qur'an itu adalah sama dengan falsafah bangsa kita, Bhineka Tunggal Ika," Quraish Shihab menerangkan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.