Prabowo: Kita Harus Hemat BBM

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, mendorong langkah penghematan secara besar-besaran sebagai respons atas meningkatnya eskalasi konflik di Iran dengan Amerika Serikat-Israel.
Prabowo menyoroti bahwa ketegangan yang terjadi di sejumlah belahan dunia telah mempengaruhi harga bahan bakar minyak (BBM), yang juga dapat berujung meningkatnya harga pangan.
Dia menyadari bahwa saat ini, Indonesia masih dalam batas aman dalam hal memenuhi kebutuhan BBM dalam negeri. Meski demikian, langkah penghematan tetap perlu dilakukan.
Baca Juga: Apakah BBM Indonesia Akan Langka Akibat Konflik Timur Tengah? Ini Penjelasan Pakar Energi
"Tapi tentunya kita juga sekarang harus melakukan langkah-langkah yang proaktif, dalam arti kita harus melakukan penghematan konsumsi BBM. Kita tidak bisa menganggap bahwa apapun terjadi kita aman, ya kita bersyukur kita aman, tapi kita tidak ada upaya untuk mengurangi konsumsi BBM kita," kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Dia mengatakan, banyak negara sudah melakukan langkah-langkah yang menurutnya perlu untuk dijadikan perbandingan, salah satunya Pakistan. Dalam situasi yang dianggap kritis ini, Pakistan menerapkan kebijakan bekerja dari rumah sebesar 50 persen dari total pegawai.
"Mereka melaksanakan work from home, kerja dari rumah untuk semua kantor pemerintah maupun swasta. 50 persen bekerja dari rumah, kemudian hari kerja mereka potong hanya menjadi empat hari," ujarnya.
Bahkan, Pakistan juga memotong gaji para menteri dan anggota legislatifnya untuk membantu kelompok masyarakat yang paling rentan.
"Mereka bahkan mengurangi gaji untuk anggota kabinet, untuk anggota DPR, dan semua penghematan gaji ini dikumpulkan untuk membantu kelompok yang paling rentan atau kelompok yang paling lemah," tuturnya.
Selain itu, Pakistan juga memotong semua ketersediaan BBM untuk semua kementerian, dan mewajibkan 60 persen kendaraan pemerintah untuk tidak digunakan pada setiap saat.
Baca Juga: Jelang Mudik 2026, Wamen ESDM Pastikan Ketersediaan BBM dan Listrik Nasional Terjaga
"Kemudian mereka menghentikan semua belanja AC, belanja kendaraan, belanja mebel dari semua lembaga pemerintahan untuk waktu yang tidak ditentukan. Mereka hentikan semua kunjungan ke luar negeri, kemudian mereka kurangi, tidak boleh menggunakan dana pemerintah untuk acara-acara pesta dan sebagainya," jelasnya.
Selain itu, Pakistan juga menerapkan ke semua lembaga pendidikan tinggi untuk melakukan pembelajaran secara online. Semua sekolah juga berhenti untuk dua minggu dalam menghadapi Idulfitri.
"Ini hanya contoh ya, ini contoh. Maksud saya ini ada berapa hari saya kira kita bisa mengkaji masalah ini ya kan. Saya kira kita juga harus mengupayakan bahwa kita melakukan penghematan. Saya percaya dua tiga tahun kita akan sangat kuat, tapi tetap kita harus hemat konsumsi," tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







