Akurat
Pemprov Sumsel

Pemerintah Siagakan Layanan di Bandara hingga Pos Perbatasan Sambut Arus Mudik Pekerja Migran

Ayu Rachmaningtyas | 15 Maret 2026, 17:51 WIB
Pemerintah Siagakan Layanan di Bandara hingga Pos Perbatasan Sambut Arus Mudik Pekerja Migran
Ilustrasi bandara.

AKURAT.CO Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menyiagakan layanan di berbagai titik kedatangan, untuk menyambut arus kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) menjelang periode mudik Lebaran 2026.

Direktur Layanan Pengaduan, Mediasi, dan Advokasi pada Pemberi Kerja Berbadan Hukum KP2MI, Mangiring Hasoloan Sinaga, mengatakan petugas telah disiagakan di sejumlah lokasi strategis, seperti halte layanan Pekerja Migran Indonesia, lounge Pekerja Migran di bandara, pelabuhan internasional, hingga pos lintas batas negara.

"Teman-teman pelayanan kita di lounge bandara, pelabuhan internasional, hingga pos lintas batas sudah kami siagakan. Ini arahan langsung dari Pak Menteri P2MI agar pelayanan kepada Pekerja Migran yang pulang ke Tanah Air dapat berjalan optimal," kata Mangiring, dikutip Minggu (15/3/2026).

Baca Juga: PAN Berangkatkan 3.000 Pemudik dalam Program Mudik Ceria 2026

Menurutnya, petugas di lapangan akan membantu berbagai kebutuhan Pekerja Migran yang baru tiba, mulai dari proses kepulangan hingga penanganan jika terjadi kendala selama perjalanan.

"Kita sudah menyiapkan petugas dari 23 BP3MI di seluruh Indonesia. Mereka standby memberikan pelayanan, termasuk jika ada Pekerja Migran yang mengalami kerugian atau kendala dalam perjalanan," ujarnya.

Terkait jumlah Pekerja Migran yang diperkirakan pulang saat musim mudik tahun ini, Mangiring mengatakan pihaknya belum memiliki angka prediksi resmi. Perkiraan tersebut biasanya dihimpun oleh Direktorat Pemulangan.

"Untuk prediksi jumlahnya biasanya dikoordinasikan dengan teman-teman di Direktorat Pemulangan. Saat ini kita belum bisa memastikan angkanya," katanya.

Kendati demikian, jumlah Pekerja Migran yang pulang berpotensi meningkat dibanding tahun sebelumnya. Pada periode mudik Lebaran tahun lalu, tercatat sekitar 14 ribu Pekerja Migran kembali ke Indonesia.

Baca Juga: Arus Mudik Meningkat, ASDP Operasikan 35 Kapal di Gilimanuk–Ketapang

"Dengan dinamika yang terjadi di Timur Tengah, kemungkinan lonjakan jumlah Pekerja Migran yang pulang bisa saja terjadi," ujarnya.

Dia menegaskan, selama ini mayoritas Pekerja Migran yang pulang saat mudik berasal dari negara-negara dengan penempatan besar pekerja migran Indonesia. Terkait kabar penutupan ruang udara di kawasan Timur Tengah, dia memastikan hingga saat ini belum ada laporan Pekerja Migran yang tertahan.

"Laporan dari kementerian terkait sementara tidak ada Pekerja Migran yang tertahan. Bahkan kemarin ada dua penerbangan dari Ankara yang membawa Pekerja Migran terdampak dan semuanya sudah difasilitasi kepulangannya," tegasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.