Akurat
Pemprov Sumsel

Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Ini Prediksi Muhammadiyah dan NU

Nurma Nafisa Faradilla | 17 Maret 2026, 11:18 WIB
Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Ini Prediksi Muhammadiyah dan NU
Lebaran. (Freepik)

AKURAT.CO Lebaran 2026 tanggal berapa? Pertanyaan ini mulai banyak dicari masyarakat menjelang akhir Ramadan. Penentuan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 berpotensi kembali berbeda di Indonesia.

Perbedaan ini biasanya terjadi karena metode penentuan awal bulan Syawal yang digunakan organisasi Islam seperti Muhamadiyah, NU, serta keputusan resmi pemerintah melalui sidang isbat.

Beberapa lembaga seperti BRIN dan BMKG juga telah memberikan prediksi astronomi terkait kemungkinan tanggal Idulfitri 2026.

Prediksi Lebaran 2026 Menurut Muhammadiyah

Organisasi Muhamadiyah menjadi pihak yang paling awal menetapkan tanggal Hari Raya Idulfitri. Berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentang penetapan Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 H, 1 Syawal 1447 H diperkirakan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Baca Juga: Dukung Kelancaran Mudik Lebaran 2026, BRI Siapkan Posko Mudik BRImo di 5 Titik Rest Area Tol Jakarta - Jawa

Penetapan tersebut menggunakan metode hisab hakiki kontemporer yang mengacu pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Metode ini menentukan awal bulan berdasarkan perhitungan astronomi yang akurat tanpa menunggu proses pengamatan hilal secara langsung.

Dengan metode hisab tersebut, Muhammadiyah memastikan bahwa Lebaran 2026 versi Muhammadiyah jatuh pada 20 Maret 2026.

Prediksi Lebaran 2026 Menurut NU

Organisasi NU biasanya mengikuti keputusan resmi pemerintah terkait awal Syawal.

Metode yang digunakan NU adalah rukyat hilal, yaitu pengamatan langsung terhadap hilal yang didukung oleh perhitungan hisab sebagai alat bantu. Oleh karena itu, keputusan final NU akan mengikuti hasil sidang isbat yang digelar pemerintah.

Prediksi Lebaran 2026 Menurut BRIN

Sementara itu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi kemungkinan berbeda. Peneliti BRIN Thomas Djamaluddin menyebutkan bahwa Idulfitri 1447 H kemungkinan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Hal ini didasarkan pada posisi hilal saat matahari terbenam pada 19 Maret 2026 di wilayah Asia Tenggara yang diperkirakan belum memenuhi kriteria visibilitas hilal yang digunakan pemerintah.

Baca Juga: Apakah Ganjil Genap Jakarta Berlaku Saat Lebaran 2026? Ini Jadwal Lengkapnya

Kriteria tersebut merujuk pada standar MABIMS (Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), yaitu:

  • Tinggi hilal minimal 3 derajat

  • Elongasi minimal 6,4 derajat

Jika posisi hilal belum memenuhi syarat tersebut, maka awal bulan Syawal akan dimundurkan satu hari.

Prediksi lain juga disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Menurut BMKG, pada saat matahari terbenam 19 Maret 2026, ketinggian hilal di Indonesia diperkirakan berada pada kisaran 0,91 derajat di Merauke, dan 3,13 derajat di Sabang.

Sementara elongasi geosentris diperkirakan berkisar antara 4,54 derajat hingga 6,1 derajat.

Angka tersebut dinilai belum sepenuhnya memenuhi standar MABIMS untuk penetapan 1 Syawal. Karena itu, peluang Lebaran 2026 diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026 cukup besar jika merujuk pada metode rukyat pemerintah.

BMKG juga mengingatkan para pengamat rukyat agar berhati-hati karena ada kemungkinan planet atau bintang terang berada didekat bulan dan bisa disalahartikan sebagai hilal.

Berdasarkan berbagai prediksi yang ada saat ini, Lebaran 2026 di Indonesia memiliki dua kemungkinan tanggal. Pertama, 20 Maret 2026 menurut Muhammadiyah yang menggunakan metode hisab.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.