Pimpinan Wilayah GP Ansor DKI Jakarta Satu Komando di Bawah Ketua Umum PP Addin Jauharudin

AKURAT.CO Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk tetap solid dan berada dalam satu garis komando, di bawah kepemimpinan Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor, Addin Jauharudin.
Penegasan tersebut disampaikan sebagai bentuk konsistensi organisasi dalam menjaga marwah, disiplin kader, serta kesatuan gerak dalam menjalankan visi dan misi organisasi di berbagai tingkatan.
Sekretaris Wilayah GP Ansor DKI Jakarta, Sulton Mu'minah, menyampaikan bahwa loyalitas terhadap kepemimpinan pusat merupakan bagian dari nilai dasar organisasi yang harus dijaga oleh seluruh kader.
Baca Juga: GP Ansor Rayakan Imlek 2577 Kongzili, Tegaskan Harmoni untuk Merawat Toleransi dan Persaudaraan
"GP Ansor adalah organisasi kader yang menjunjung tinggi kedisiplinan dan komando. Oleh karena itu, kami di wilayah DKI Jakarta memastikan seluruh jajaran tetap satu barisan di bawah arahan Ketua Umum Pimpinan Pusat," jelasnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (17/3/2026).
Sulton menambahkan bahwa soliditas organisasi menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan ke depan. Termasuk dalam menjaga stabilitas sosial serta memperkuat peran pemuda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Selain itu, GP Ansor DKI Jakarta berkomitmen untuk terus aktif dalam berbagai kegiatan sosial, keagamaan dan kebangsaan sebagai bentuk kontribusi nyata kepada masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan dan kepatuhan terhadap garis komando organisasi, GP Ansor DKI Jakarta optimistis dapat terus berperan sebagai garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai ke-Islam-an yang moderat serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Baca Juga: Ansor Medan Apresiasi Gebrakan Meutya Hafid Tekan Transaksi Judol hingga 57 Persen
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







