Akurat
Pemprov Sumsel

Lebih dari 1.000 Dapur MBG Ditutup Sementara Karena Tak Sesuai Standar

Moehamad Dheny Permana | 19 Maret 2026, 21:28 WIB
Lebih dari 1.000 Dapur MBG Ditutup Sementara Karena Tak Sesuai Standar
Presiden Prabowo Subianto.

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, mengungkap lebih dari 1.000 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah diberhentikan sementara, sebagai bagian dari upaya pembenahan kualitas layanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah ini diambil pemerintah untuk memastikan standar pelayanan gizi, kebersihan, dan keamanan pangan benar-benar terpenuhi, sehingga program dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.

Dia menegaskan, kebijakan menghentikan sementara ini bukan berarti menghentikan program, melainkan bagian dari proses evaluasi dan perbaikan menyeluruh. Keputusan itu diambil setelah melakukan pengecekan langsung, menyusul berbagai masukan dan kritik terhadap pelaksanaan MBG di lapangan.

Baca Juga: BGN Libatkan Kejagung Awasi Ketat Penggunaan Anggaran MBG

"Saya langsung cek. Panggil kepala BGN, dan saya terus cross-check," ujar Prabowo dalam sesi tanya jawab bersama para jurnalis di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, dikutip Kamis (19/3/2026).

Menurutnya, pemerintah tidak menutup mata terhadap kritik, justru menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas program yang menyangkut masa depan generasi bangsa.

"Saya kirim orang-orang saya yang ngecek. Saya kira, kalau nggak salah ya, dari sekian puluh ribu dapur, sudah kita tutup lebih dari seribu," lanjutnya.

Prabowo menegaskan, penindakan dilakukan secara tegas terhadap dapur yang tidak memenuhi standar, dengan pengawasan langsung di lapangan. "Lebih dari seribu. Ini saya punya wakil kepala satu ibu-ibu ini, ibu Nanik ya. Ini galak sekali dia. Dia sidak terus kerjanya. Yang sudah di-suspend, 1.030," jelasnya.

"Dan yang kita lakukan sekarang adalah sertifikasi. Jadi kalau dapur kamu mau survive lebih dari berapa bulan, kamu harus lulus sertifikasi kebersihan, sertifikasi keamanan makanan, dicek airnya gimana, airnya aman, airnya dimasak seperti apa, kemudian omprengnya, semua itu ada kriterianya. Kalau enggak beres ditutup," sambungnya.

Baca Juga: Ibu Hamil Bersyukur Bisa Terima MBG: Hasil USG Jadi Bagus, Berat Bayi Sesuai

Selain itu, pemerintah juga mulai menerapkan sistem standarisasi dan sertifikasi ketat bagi seluruh dapur MBG. Setiap dapur diwajibkan memenuhi kriteria kebersihan, keamanan makanan, kualitas air, serta proses pengolahan yang sesuai standar.

Dapur yang tidak memenuhi persyaratan akan langsung disuspend hingga dilakukan perbaikan. Pemerintah juga membuka mekanisme pengawasan publik, dengan menyediakan akses pelaporan bagi masyarakat, sekolah, maupun orang tua untuk memantau dan melaporkan pelaksanaan program di lapangan.

Prabowo menegaskan, transparansi dan keterlibatan publik menjadi kunci agar program MBG berjalan bersih dan tepat sasaran. "Siapapun boleh cek. Kepala sekolah, orang tua, masyarakat sekitar boleh masuk dan komplain," tegasnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.