Pemerintah Percepat Transformasi dan Layanan Publik di Tengah Krisis Global

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, menginstruksikan untuk mempercepat transformasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, peningkatan kinerja birokrasi, peningkatan pelayanan kepada masyarakat, serta efisiensi di segala bidang.
Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Prabowo pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, pada Jumat, 13 Maret 2026, bahwa situasi krisis global justru harus dijadikan momentum untuk mendorong percepatan agenda transformasi nasional.
Dia mengutip langsung pernyataan Bapak Presiden bahwa "Krisis justru mempercepat rencana transformasi kita. Akhirnya kita dipaksa akselerasi. Kita sudah mengerti masalahnya, dari dulu kita ingin swasembada pangan, swasembada energi. Kita sudah mengarah ke situ. Tapi sekarang akan mempercepat."
Baca Juga: Cara Mempersiapkan Diri Menghadapi Krisis Pangan Global
Karena itu, Pratikno menyampaikan selain swasembada pangan dan swasembada energi, presiden juga memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas SDM Indonesia, terutama di bidang kesehatan dan pendidikan.
Khusus di bidang pendidikan, sebagai bagian dari transformasi pemerintahan tentang pentingnya menjamin proses pembelajaran siswa tetap berjalan seperti biasa. Di sektor pendidikan, proses pembelajaran harus semakin optimal dan jangan sampai timbul learning loss.
"Oleh karena itu, diutamakan penyelenggaraan proses pembelajaran tetap berjalan secara luring bagi siswa," ujarnya dalam keterangannya, Selasa (24/3/2026).
Dia menyampaikan, sebelumnya pernah ada diskusi tentang kemungkinan penggunaan metode hybrid yang mengkombinasikan luring dan daring. Namun, mengingat pentingnya menjaga kualitas pendidikan siswa, pembicaraan lintas kementerian bahwa pembelajaran daring bagi siswa tidak menjadi sebuah urgensi saat ini.
Baca Juga: Dampak Krisis Energi Global terhadap Harga Listrik 2030
"Sebagaimana prioritas luar biasa Bapak Presiden kepada sektor pendidikan, mulai dari revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Unggul Garuda, maka kita harus mempercepat peningkatan kualitas pendidikan secara umum, baik yang berada di bawah Kemendikdasmen, Kemenag dan Kemendiktisainstek. Ini prioritas. Ini utama," jelasnya.
Demikian juga dengan layanan medis esensial tetap beroperasi secara sepenuhnya normal. Perjalanan dinas yang non-esensial harus dipangkas, optimalisasi pertemuan dan rapat secara daring, serta penerapan FWA (flexible working arrangement) secara terukur sebagai bagian dari transformasi kerja yang lebih efektif dan efisien.
"Pelayanan kepada masyarakat, peningkatan kualitas SDM, serta mendukung akselerasi pembangunan yang berkeadilan harus terus diperkuat dengan cara-cara yang lebih cerdas dan efisien," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini







