Pembangunan 104 Sekolah Rakyat Ditargetkan Rampung Juni 2026

AKURAT.CO Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II ditargetkan dapat rampung pada pertengahan tahun ini. Saat ini ada 104 Sekolah Rakyat yang masih dalam proses pembangunan dan tersebar di berbagai kota di Indonesia.
"Di Pulau Jawa sebanyak 40 lokasi, diikuti Sumatera 26 lokasi, Kalimantan 12 lokasi, dan Sulawesi 16 lokasi. Sementara itu, wilayah Bali dan Nusa Tenggara mencakup 3 lokasi, Kepulauan Maluku 4 lokasi, serta Papua 3 lokasi," ujar Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Muhammad Qodari, dalam sesi konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (25/3/2026).
Saat ini, pengerjaan konstruksi Sekolah Rakyat Tahap II menyisakan waktu sekitar 90 hari. Pemerintah terus mendorong agar pengerjaan proyek tersebut dapat selesai tepat waktu.
Baca Juga: Putus Rantai Kemiskinan: Anak Masuk Sekolah Rakyat, Orang Tua Diberdayakan Lewat Bantuan Kemensos
"Target penyelesaian pada 20 Juni 2026 atau sekitar 12 minggu," tukas Qodari.
Sebagai informasi, pembangunan 104 Sekolah Rakyat Tahap II ini dilakukan guna mempercepat akses pendidikan untuk masyarakat miskin ekstrem. Program ini merupakan bagian dari target pemerintah dalam membangun Sekolah Rakyat di 32 provinsi dan 102 kabupaten/kota, dengan target kapasitas 112.320 siswa dalam 3.744 rombongan belajar.
Hingga 22 Maret 2026, progres pembangunan secara nasional telah mencapai 15,54 persen. Dalam pembangunan Tahap II, Sekolah Rakyat berdiri di atas lahan seluas 5 hingga 10 hektare yang disiapkan oleh pemerintah daerah di berbagai wilayah.
Setiap kompleks sekolah dirancang modern dan terintegrasi, dilengkapi fasilitas pembelajaran berbasis teknologi. Selain ruang kelas, tersedia pula laboratorium keterampilan, perpustakaan, pusat pembelajaran digital, hingga asrama bagi siswa dan tenaga pengajar.
Fasilitas penunjang lainnya seperti kantin sehat, klinik, lapangan olahraga, ruang kegiatan ekstrakurikuler, serta ruang terbuka hijau juga menjadi bagian dari pengembangan kawasan ini.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus berupaya mengatasi berbagai tantangan teknis di lapangan. Mulai dari akses menuju lokasi pembangunan, distribusi material, hingga kesiapan infrastruktur pendukung menjadi fokus perhatian agar proyek dapat berjalan sesuai jadwal yang ditetapkan.
Baca Juga: Sowan ke Jajaran Kiai, Mensos Minta Doa Kelancaran Program Sekolah Rakyat
"Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas," kata Menteri PU Dody Hanggodo, ditulis Selasa (24/3/2026).
Di Provinsi Jawa Tengah, pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Proyek ini tersebar di 11 titik yang terbagi dalam dua wilayah kerja.
Wilayah Jawa Tengah 1 mencakup Kabupaten Banyumas, Cilacap, Brebes, Wonosobo, dan Temanggung. Sementara wilayah Jawa Tengah 2 meliputi Kabupaten Jepara, Pati, Rembang, Sragen, Sukoharjo, serta Kota Semarang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Prabowo dan Jokowi Kompak di Peringatan HUT RI, Gerindra: Hal yang Wajar
- 10Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk







