Mudik 2026 Lancar, Pemerintah Minta Pemudik Pulang Lebih Awal

AKURAT.CO Pemerintah memastikan pelaksanaan arus mudik Lebaran 2026 berjalan lancar, aman, dan terkendali.
Seiring memasuki fase arus balik, masyarakat diimbau untuk mengatur waktu perjalanan lebih awal guna menghindari kepadatan.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menyatakan, tingginya mobilitas masyarakat tahun ini tetap dapat dikelola dengan baik berkat sinergi lintas sektor serta dukungan teknologi.
“Arus mudik berjalan lancar dan aman. Meskipun jumlah pemudik meningkat dibanding tahun lalu, angka kecelakaan justru menurun,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).
Data menunjukkan, puncak arus mudik terjadi pada 18 Maret 2026 (H-3) dengan volume lebih dari 270 ribu kendaraan, naik sekitar 4,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Secara total, kendaraan yang keluar dari Jakarta mencapai sekitar 2,52 juta unit.
Sementara itu, Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu mencatat lonjakan pergerakan pemudik di berbagai moda transportasi.
Baca Juga: GAPKI Tegaskan Komitmen Industri Sawit Dorong Kesetaraan Perempuan Pekerja
Angkutan penyeberangan menjadi yang tertinggi dengan 403.883 penumpang, disusul kereta api 401.238 penumpang, angkutan udara 311.836 penumpang, dan angkutan darat 232.016 penumpang.
Meski mobilitas meningkat, tingkat keselamatan justru membaik. Jumlah kecelakaan selama periode mudik tercatat turun sekitar 16 persen, dari 31 kejadian pada 2025 menjadi 26 kejadian tahun ini.
Menurut Pratikno, capaian tersebut merupakan hasil kerja sama lintas sektor yang didukung pemanfaatan teknologi seperti CCTV, intelligent transport system, serta analisis data secara real-time.
Memasuki arus balik, pemerintah mencatat tren yang lebih terkendali. Puncak arus balik terjadi lebih awal pada 24 Maret 2026 (H+3) dengan sekitar 256 ribu kendaraan, turun 5,9 persen dibandingkan tahun lalu.
Secara keseluruhan, kendaraan yang kembali ke Jakarta mencapai 1,96 juta unit atau meningkat sekitar 6 persen. Namun, pola pergerakan dinilai lebih merata sehingga kepadatan dapat diantisipasi.
Pemerintah pun mengimbau masyarakat untuk tidak menunggu puncak arus balik pada 28–29 Maret 2026.
“Kami mengajak masyarakat untuk kembali lebih awal. Mulai 25 Maret sudah bisa melakukan perjalanan balik, sekaligus memanfaatkan diskon tarif tol pada 26–27 Maret agar perjalanan lebih nyaman,” jelasnya.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga konsistensi pengelolaan arus balik dengan pendekatan berbasis data serta koordinasi yang solid antarinstansi.
Baca Juga: Cara Bayar UTBK 2026 Lewat BNI, BCA, dan Bank Mandiri
Pemerintah optimistis, dengan kolaborasi antara aparat dan masyarakat, arus balik Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih aman, lancar, dan terkendali.
Di akhir, Pratikno menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pengamanan mudik, termasuk TNI, Polri, Kementerian Perhubungan, serta BUMN yang tetap bertugas selama periode Lebaran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini











