Akurat
Pemprov Sumsel

BGN: Anggaran Program MBG Rp268 Triliun, Bukan Rp335 Triliun

Ayu Rachmaningtyas | 30 Maret 2026, 22:12 WIB
BGN: Anggaran Program MBG Rp268 Triliun, Bukan Rp335 Triliun
Kepala BGN, Dadan Hindayana.

AKURAT.CO Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menegaskan, anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialokasikan melalui APBN sebesar Rp268 triliun.

Ia sekaligus membantah informasi yang menyebutkan anggaran program tersebut mencapai Rp335 triliun.

“Berdasarkan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), BGN mendapatkan anggaran sebesar Rp268 triliun, bukan Rp335 triliun,” ujar Dadan dalam keterangannya, Senin (30/3/2026).

Dadan menjelaskan, angka Rp335 triliun yang sempat beredar di publik berasal dari tambahan dana cadangan pemerintah melalui skema Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) sebesar Rp67 triliun.

Namun, dana tersebut bukan bagian dari alokasi utama yang dikelola BGN.

Menurutnya, sebagian besar anggaran yang diterima difokuskan untuk mendukung pelaksanaan program secara langsung kepada masyarakat.

“Sebanyak 93 persen dari total anggaran Rp268 triliun dialokasikan untuk bantuan pemerintah dalam program Makan Bergizi Gratis,” jelasnya.

Dari total tersebut, sekitar Rp249 triliun digunakan untuk operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Mayoritas anggaran bahkan dialokasikan untuk pembelian bahan baku.

Baca Juga: Kunjungan ke Jepang, Presiden Prabowo Subianto Kantongi Komitmen Investasi Rp380 Triliun

“Sekitar 70 persen digunakan untuk bahan pangan, sehingga langsung menggerakkan sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga UMKM,” ungkap Dadan.

Selain itu, sekitar 20 persen anggaran dimanfaatkan untuk kebutuhan operasional seperti listrik, transportasi, hingga insentif relawan.

Dadan mengungkapkan, saat ini terdapat lebih dari 1,2 juta relawan SPPG yang terlibat dalam program tersebut, dengan penghasilan berkisar antara Rp2,4 juta hingga Rp3,2 juta per bulan.

Ia menegaskan, program MBG tidak hanya berfokus pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga dirancang sebagai instrumen untuk memperkuat ekonomi lokal.

“Program ini memberikan dampak langsung bagi petani, nelayan, peternak, dan pelaku UMKM, sekaligus membuka lapangan kerja,” ujarnya.

BGN pun berkomitmen untuk terus mengelola anggaran secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.

“Kami memastikan anggaran ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas gizi masyarakat Indonesia,” pungkas Dadan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.