Hari Ini Tanggal Berapa Hijriah? Cek Kalender Islam 1 April 2026

AKURAT.CO Pertanyaan mengenai hari ini tanggal berapa dalam kalender Hijriah sering dicari, terutama oleh umat Islam yang ingin menyesuaikan aktivitas ibadah dengan penanggalan Islam. Pada tanggal 1 April 2026 dalam kalender Masehi, terdapat perbedaan hasil penetapan antara Muhammadiyah dan pemerintah melalui Kementerian Agama.
Menurut kalender resmi yang digunakan pemerintah Indonesia, 1 April 2026 bertepatan dengan 12 Syawal 1447 Hijriah. Sementara itu, menurut perhitungan Muhammadiyah, tanggal tersebut jatuh pada 13 Syawal 1447 Hijriah.
Perbedaan ini hanya berselisih satu hari, namun tetap penting untuk diketahui agar tidak menimbulkan kebingungan.
Baca Juga: Kwon Eunbi Resmi Berpisah dengan Woollim Entertainment
Penjelasan Perbedaan Versi Muhammadiyah dan Kemenag
Metode Penentuan Kemenag
Kementerian Agama menggunakan metode gabungan antara hisab dan rukyat. Hisab adalah perhitungan astronomi untuk mengetahui posisi bulan, sedangkan rukyat adalah pengamatan langsung terhadap hilal atau bulan sabit pertama.
Penentuan awal bulan biasanya dilakukan melalui sidang isbat yang mempertimbangkan hasil perhitungan dan laporan pengamatan dari berbagai wilayah.
Dengan metode ini, awal bulan Syawal 1447 Hijriah ditetapkan sedikit lebih lambat dibandingkan Muhammadiyah.
Metode Penentuan Muhammadiyah
Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki dengan prinsip wujudul hilal.
Artinya, jika secara perhitungan posisi bulan sudah berada di atas ufuk, maka dianggap sudah masuk bulan baru tanpa perlu menunggu pengamatan langsung.
Pendekatan ini membuat penanggalan Muhammadiyah cenderung lebih maju satu hari dalam beberapa kasus, termasuk pada penentuan Syawal 1447 Hijriah.
Mengapa Perbedaan Ini Sering Terjadi
Perbedaan antara Muhammadiyah dan Kementerian Agama bukan hal baru dalam penentuan kalender Hijriah. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor utama.
Pertama, adanya perbedaan kriteria dalam menentukan terlihat atau tidaknya hilal.
Kedua, pendekatan yang digunakan, di mana Muhammadiyah mengandalkan perhitungan global, sedangkan pemerintah mempertimbangkan kondisi lokal di Indonesia.
Ketiga, perbedaan dalam menetapkan batas minimal ketinggian hilal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








