Akurat
Pemprov Sumsel

Menko PM: Pekerja Indonesia Lebih Disenangi Pasar Kerja Internasional

Moehamad Dheny Permana | 4 April 2026, 16:23 WIB
Menko PM: Pekerja Indonesia Lebih Disenangi Pasar Kerja Internasional
Sebanyak 200 calon PMI lulusan SMK diberangkatkan ke Jepang melalui skema Specified Skilled Worker sektor manufaktur. (Akurat.co/Moehamad Dheny Permana)

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menyebut bahwa lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Indonesia memiliki potensi dan kualitas unggul untuk bersaing di pasar kerja internasional.

Selain kemampuan teknis, karakter dan budaya kerja menjadi nilai tambah yang membuat tenaga kerja Indonesia semakin diminati oleh perusahaan-perusahaan di banyak negara.

"Saya dengar talenta-talenta kita jauh lebih disenangi karena talenta kita punya kultur yang bagus, talenta kita punya profesionalitas yang terukur dan teruji, talenta-talenta kita punya akhlak yang baik. Inilah yang akan menjadi peluang kita," ucap Muhaimin dalam Pelepasan Pekerja Migran Indonesia ke Jepang di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, dikutip Sabtu (4/4/2026).

Baca Juga: Benarkah AI Mengancam Pekerjaan? Ini Profesi yang Terdampak

Muhaimin yang akrab dipanggil Cak Imin ini menjelaskan, penguatan talenta SMK merupakan bagian dari transformasi besar dalam sistem pendidikan dan ketenagakerjaan nasional, khususnya melalui pendekatan link and match antara pendidikan vokasi dan kebutuhan pasar kerja global.

"Ini adalah bagian dari transformasi kita untuk membangun ekosistem tenaga kerja berstandar global. Kita harus terus mengejar kualitas dan memastikan lulusan kita relevan dengan kebutuhan dunia kerja internasional," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Kabinet pada Oktober 2025 mendorong generasi muda Indonesia untuk berani mengambil peluang kerja di luar negeri.

Menjawab arahan tersebut, Kemenko PM menghadirkan SMK Go Global, program yang menyiapkan lulusan vokasi agar siap bersaing di pasar kerja internasional, mulai dari keterampilan teknis hingga kesiapan bahasa dan budaya kerja.

Sebanyak 200 calon PMI diberangkatkan ke Jepang melalui skema Specified Skilled Worker (SSW) sektor manufaktur, sebagai fase awal (piloting) yang didukung pembiayaan CSR BUMN.

Program SMK Global merupakan stimulus awal agar seluruh tenaga kerja Indonesia sejak dini mempersiapkan diri dengan standar kompetensi global, baik dari sisi keterampilan teknis, bahasa, maupun adaptasi budaya kerja.

Baca Juga: 200 PMI Lulusan SMK Berangkat ke Jepang, Tenaga Kerja Indonesia Makin Berdaya Saing Global

Selain peningkatan kapasitas, Menko PM juga menekankan pentingnya perlindungan bagi pekerja migran Indonesia. Pemerintah terus mengoptimalkan jaminan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan serta mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memastikan perlindungan yang maksimal.

"Saya ingin para PMI bekerja dengan nyaman, dengan kepastian pendapatan dan perlindungan yang memadai," ujarnya.

Dia juga berpesan kepada para PMI, agar bekerja dengan penuh percaya diri dan menjaga nama baik bangsa di manapun berada. Melalui penguatan program SMK Global, pemerintah optimistis talenta Indonesia akan semakin kompetitif dan mampu mengambil peran strategis dalam pasar tenaga kerja global.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.