Akurat
Pemprov Sumsel

Tekan Penyebaran TBC, Kemenkes Perkuat Pemeriksaan Keluarga Pasien

Ayu Rachmaningtyas | 6 April 2026, 21:39 WIB
Tekan Penyebaran TBC, Kemenkes Perkuat Pemeriksaan Keluarga Pasien
Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus. (Akurat.co/Ayu Rachmaningtyas)

AKURAT.CO Kementerian Kesehatan menekankan pentingnya pencegahan penyebaran Tuberkulosis (TBC) pada orang yang tinggal serumah dengan pasien TBC. Sebab, saat ini pemeriksaan terhadap kontak erat pasien TBC masih rendah.

Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, menyatakan capaian pemeriksaan kontak erat di beberapa daerah masih bervariasi. Seperti wilayah Banten sudah mencapai 61 persen, Jawa Timur 41 persen, dan Jawa Barat masih 17 persen.

"Kita ingin targetnya tahun ini di atas 80 persen, tahun depan di atas 90 persen yang bagus ya 100 persen," kata Benjamin dalam konferensi pers di Kantor Kemenkes, Senin (6/4/2026).

Baca Juga: Pemerintah Dorong Pemda Percepat Penanganan TBC

Dia menuturkan, Kota Bandung menjadi wilayah yang memiliki kasus TBC terbanyak di Indonesia dengan mencapai 97 persen. Menurutnya, tingginya kasus terjadi karena pemeriksaan terhadap kontak erat pasien masih rendah yaitu 17 persen.

"Kenapa kok kasus TBC di Bandung itu luar biasa, notifikasinya sudah 97 persen, yang ditemukan kasus di Kabupaten Bandung ada 5, nanti tahun depan ketemu lagi 15.000 kasus. Pasien tuberculosis yang diobati ini yang sakit, yang kontak eratnya yang diterapkan di Bandung 17 persen. Jadi masih ada 87 persen yang harusnya dicek," tambahnya.

Dia memaparkan, penularan TBC memiliki beberapa mekanisme. Selain tertular langsung, ada kondisi di mana kuman bisa dikendalikan oleh tubuh atau menjadi dorman dan aktif kembali saat daya tahan tubuh menurun.

"Kuman dorman ini masuk ke tubuh kita, dia nongkrong di tubuh kita. Waktu daya tahan tubuh turun, dia bangun. Bisa setahun, dua tahun, berapa tahun bisa bangun," jelasnya.

Untuk mengejar target tersebut, pihaknya akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap keluarga pasien TBC. Dari 867 ribu pasien yang diobati tahun lalu, seluruh anggota keluarga akan diperiksa.

Dari langkah ini, pemerintah memperkirakan akan memeriksa sekitar 4 juta orang, dengan potensi 2 juta orang menjalani pemeriksaan lanjutan. "Seluruh 867 ribu rumah yang ada pasien TBC nya, 100 persen orang dalam rumah itu harus dilakukan cek lagi. Dilakukan rontgen, kalau ada kelainan diperiksa dahaknya," ujarnya.

Baca Juga: Mengapa TBC Sulit Disembuhkan? Ini Penjelasan Lengkapnya

Benny juga menyoroti kelompok berisiko tinggi, seperti penderita diabetes yang tidak terkontrol dan orang dengan HIV. "Orang HIV itu 25 persen menderita tuberculosis. Jadi orang HIV harus kita cek semuanya," katanya.

Selain itu, Kemenkes juga tengah melakukan sosialisasi program ini ke berbagai daerah, termasuk Sulawesi, Lampung, dan Papua, yang dijadwalkan berlangsung pada akhir bulan ini. Fokus penanganan saat ini adalah memutus penularan di lingkungan rumah tangga sebelum memperluas ke masyarakat umum.

"Yang penting kita keluar dari dalam rumah dulu. Ini yang kita kerjakan untuk screening dan tracing tahun ini," tegasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.