KSP Luncurkan Buku Saku 0%, Panduan Praktis Menuju Masyarakat Sejahtera Sepanjang Hayat

AKURAT.CO Kantor Staf Kepresidenan (KSP) meluncurkan 'Buku Saku 0%, Manfaat dan Penerima Program Dukungan Kesejahteraan Tahun 2026'. Buku ini menjelaskan secara konkret terkait dengan berbagai program pemerintah dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.
"Buku ini menyajikan dukungan kesejahteraan sepanjang hayat artinya negara selalu hadir dalam setiap fase kehidupan mulai dari masa kandungan hingga lanjut usia," ujar Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Berbagai program dukungan kesejahteraan tersebut dijelaskan secara rinci dalam berbagai fase atau tahapan hidup. Dalam masa kandungan dan anak usia 0-6 tahun, program dukungan yang tersedia diantaranya Program Keluarga Harapan (PKH) ibu hamil, dan PKH anak usia dini.
Baca Juga: Kian Moncer, Ekspor Industri Pulp and Paper RI Tembus USD8,17 Miliar di 2025
Kemudian usia sekolah 7-18 tahun, program dukungan yang tersedia diantaranya PKH SD-SMA, Beasiswa Program Indonesia Pintar, Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, Asistensi Rehabilitasi Sosial anak dan yatim piatu.
Kemudian usia kerja 19-59 tahun, program dukungan yang tersedia di antaranya Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Beasiswa LPDP dan Kementerian, magang dibayar pemerintah, Kredit Usaha Rakyat (KUR), Subsidi Pupuk, Subsidi/dukungan pemerintah.
Kemudian untuk lansia, program dukungan yang tersedia diantaranya PKH lansia dan Asistensi Rehabilitasi Sosial lansia.
Sementara berbagai program dukungan lainnya, yaitu makan bergizi gratis, cek kesehatan gratis, BPJS dan BPJS TK ditanggung pemerintah, kemandirian dan subsidi energi (BBM, LPG, listrik), serta kemandirian pangan dan dukungan sosial dari cadangan pangan pemerintah.
"Setiap intervensi tersebut dirancang untuk menghapus kemiskinan ekstrem, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat kemandirian ekonomi dan keadilan sosial," lanjutnya.
Baca Juga: Ekspor Dipercepat, Kemendag Berlakukan Izin Digital Otomatis
Dia menyampaikan bahwa seluruh program dukungan kesejahteraan 2026 dibangun secara terpadu dan keberlanjutan dengan dampak langsung bagi masyarakat.
"Negara tidak hanya hadir memberi dukungan, tapi juga menyiapkan fondasi agar rakyat tumbuh sehat, cerdas, produktif, mandiri, dan sejahtera sepanjang hayat," ucapnya.
Melalui peluncuran buku Saku 0% ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa setiap kebijakan benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








