Indonesia Harus Serukan Penghentian Perang Permanen Usai AS-Iran Sepakat Gencatan Senjata

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia diminta untuk mengambil peran ajakan perdamaian, usai kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang akan berlangsung dua pekan ke depan.
Tercapainya kesepakatan gencatan senjata dinilai merupakan langkah positif setelah AS menyepakati sepuluh tuntutan yang diajukan Teheran.
Sekaligus menegaskan bahwa gencatan senjata merupakan bukti kemenangan bagi semua pihak yang terlibat.
"Gencatan senjata ini adalah bukti kemenangan semua pihak. Perang memang harus diakhiri karena hanya membawa kerugian bagi semua," kata Anggota Komisi I DPR, Oleh Soleh, dalam keterangannya, Kamis (9/4/2026).
"Pemerintah Indonesia harus aktif mendorong agar gencatan senjata ini menjadi permanen, sehingga perdamaian benar-benar terwujud," lanjutnya.
Baca Juga: Sejak Hari H Dimulainya Gencatan Senjata, Iran Sebut AS Telah Langgar 3 Aturan
Soleh juga mengingatkan semua pihak untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu kembali konflik.
Ia secara khusus menyoroti peran AS dan Israel yang dinilainya sebagai pihak yang memulai eskalasi konflik.
"Semua pihak harus menahan diri, terutama Amerika dan Israel. Kesepakatan ini harus dijaga bersama dan tidak boleh ada pelanggaran," ujar Soleh.
Selain juga menyoroti pentingnya komitmen dari semua pihak, terutama Israel, agar tidak kembali melanggar kesepakatan yang telah dibuat.
"Kesepakatan gencatan senjata harus dihormati. Jangan sampai ada pelanggaran, khususnya oleh Israel yang selama ini kerap melanggar kesepakatan," katanya.
Soleh berharap konflik yang terjadi benar-benar dapat diakhiri secara menyeluruh sehingga dunia dapat kembali normal seperti sediakala.
"Kita semua berharap perang ini benar-benar berakhir dan dunia kembali normal seperti semula," pungkasnya.
Sebelumnya, Iran dan AS menyepakati penghentian saling serang selama dua pekan dengan Pakistan bertindak sebagai mediator.
Informasi tersebut diumumkan melalui akun Facebook Iran Military, Rabu (8/4/2026).
Dalam pernyataannya, Iran menyebut kesepakatan itu sebagai langkah awal untuk membuka ruang negosiasi langsung yang dijadwalkan berlangsung di Islamabad mulai Jumat mendatang.
Baca Juga: Trump Murka CNN Beritakan Iran Menang Telak Lawan AS, Somasi Minta Maaf!
"Iran dan Amerika Serikat, dengan Pakistan sebagai mediator, telah sepakat menghentikan permusuhan selama dua minggu," tulis pernyataan yang diunggah akun tersebut.
Meski demikian, Iran menegaskan bahwa dimulainya dialog tidak serta merta menandakan berakhirnya perang. Teheran menyampaikan sikap hati-hati dalam memasuki meja perundingan.
"Terlepas dari ketidakpercayaan yang sepenuhnya ada, Iran akan memulai negosiasi dengan Amerika Serikat di Islamabad mulai Jumat, dengan menegaskan bahwa ini tidak berarti perang telah berakhir," jelas pengumuman itu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









