Akurat
Pemprov Sumsel

5 Jurus Indonesia Amankan BBM dan Gas di Tengah Gejolak Perang Iran vs AS–Israel

Lufaefi | 10 April 2026, 10:00 WIB
5 Jurus Indonesia Amankan BBM dan Gas di Tengah Gejolak Perang Iran vs AS–Israel
Ilustrasi: Indonesia Amankan BBM dan Gas (istimewa)

AKURAT.CO Ketegangan geopolitik di Timur Tengah akibat konflik Iran melawan Amerika Serikat dan Israel berdampak langsung pada stabilitas energi global. Indonesia sebagai negara pengimpor minyak dan LPG tentu perlu langkah antisipatif agar pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan gas tetap aman.

Melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, pemerintah menyiapkan sejumlah strategi mitigasi untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah potensi gangguan distribusi, terutama di jalur strategis seperti Selat Hormuz.

Berikut lima jurus utama yang ditempuh pemerintah:

1. Pengendalian Konsumsi BBM dan LPG

Langkah pertama adalah mengatur konsumsi BBM dan LPG agar tetap wajar dan tepat sasaran. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi bersama BPH Migas telah menerbitkan surat pengaturan distribusi.

Tujuannya untuk memastikan tidak terjadi lonjakan pembelian akibat kepanikan pasar (panic buying), sekaligus menjaga stok nasional tetap stabil selama periode ketidakpastian global.

2. Diversifikasi Sumber Impor

Indonesia juga mengalihkan sebagian sumber impor energi yang sebelumnya bergantung pada kawasan Timur Tengah ke wilayah lain seperti Amerika, Afrika, Asia, dan negara-negara ASEAN.

Langkah ini penting untuk mengurangi risiko apabila jalur distribusi utama terganggu akibat eskalasi konflik. Diversifikasi pasokan menjadi strategi klasik namun efektif dalam menjaga keamanan energi.

Baca Juga: Ini Dia Kehebatan Kapal Selam Ghadir Iran, Kendaraan Mungil yang Jago Pasang Ranjau di Selat Hormuz

3. Prioritaskan Minyak Mentah untuk Kilang Dalam Negeri

Untuk minyak mentah (crude oil), pemerintah menginstruksikan seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) agar mengutamakan pasokan dalam negeri dibandingkan ekspor.

Artinya, produksi minyak domestik dimaksimalkan sebagai bahan baku kilang nasional agar ketergantungan pada impor produk jadi bisa ditekan. Strategi ini memperkuat ketahanan dari sisi hulu ke hilir.

4. Optimalkan Kilang dan Penyesuaian Produksi LPG

Pemerintah juga mengoptimalkan kapasitas kilang dalam negeri, termasuk proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan milik PT Pertamina (Persero).

Dalam situasi krisis, sebagian produksi petrokimia seperti propilena dapat dikurangi sementara, dan bahan baku nafta dialihkan untuk meningkatkan produksi LPG. Penyesuaian ini dilakukan guna memperkuat pasokan LPG nasional, khususnya untuk kebutuhan rumah tangga.

5. Prioritaskan LPG 3 Kg untuk Masyarakat

Langkah kelima adalah mengalihkan sebagian pasokan LPG—baik dari impor maupun produksi dalam negeri—yang sebelumnya disalurkan ke industri, untuk memenuhi kebutuhan LPG subsidi 3 kg bagi masyarakat.

Selain itu, kilang LPG swasta diarahkan agar memprioritaskan penawaran produksi kepada Pertamina Patra Niaga sebelum menjual ke sektor industri. Kebijakan ini bertujuan memastikan kebutuhan masyarakat kecil tetap menjadi prioritas utama.

Baca Juga: Kesal Tak Dibantu Perang, AS Segera Keluar dari NATO!

Dengan kombinasi pengendalian konsumsi, diversifikasi impor, optimalisasi produksi domestik, serta penyesuaian distribusi, pemerintah menegaskan bahwa pasokan BBM dan LPG nasional dalam kondisi aman.

Di tengah ketidakpastian global akibat konflik Iran–AS–Israel, strategi ini menjadi bukti bahwa ketahanan energi tidak hanya bergantung pada cadangan, tetapi juga pada kecepatan respons dan ketepatan kebijakan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi