Antisipasi Dampak Global Akibat Penutupan Kembali Selat Hormuz

AKURAT.CO Komisi I DPR menyoroti penutupan kembali Selat Hormuz yang dinilai sebagai perkembangan serius di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah.
Langkah tersebut dinilai mencerminkan meningkatnya ketegangan akibat dugaan pelanggaran kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya dicapai AS dan Iran.
"Penutupan kembali jalur strategis Selat Hormuz merupakan perkembangan yang patut dicermati dengan serius. Ini mencerminkan eskalasi ketegangan akibat adanya dugaan pelanggaran kesepakatan gencatan senjata," kata Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono, kepada wartawan, Jumat (10/4/2026).
Ia menyebut kondisi ini tidak hanya berdampak pada stabilitas kawasan tetapi juga berpotensi mengganggu perdagangan energi global yang sangat bergantung pada jalur tersebut.
"Situasi ini tentu menimbulkan dampak besar. Tidak hanya bagi stabilitas kawasan tetapi juga bagi kelancaran perdagangan energi dunia," kata Dave.
Baca Juga: 5 Jurus Indonesia Amankan BBM dan Gas di Tengah Gejolak Perang Iran vs AS–Israel
Ia menegaskan pentingnya semua pihak kembali mengedepankan diplomasi serta mematuhi kesepakatan yang telah dibuat.
"Penegakan gencatan senjata harus dijalankan secara konsisten. Hanya dengan kepatuhan penuh terhadap kesepakatan perdamaian, stabilitas kawasan dapat terjaga dan eskalasi konflik dapat dihindari," jelasnya.
Indonesia akan terus mendorong penyelesaian damai sesuai prinsip politik luar negeri bebas aktif.
"Momentum diplomasi tetap terbuka. Indonesia akan terus mendorong terciptanya solusi damai yang berkeadilan," ujar Dave.
Adapun, sejumlah perkembangan terbaru menunjukkan situasi di Selat Hormuz masih jauh dari stabil. Meski sempat ada kesepakatan gencatan senjata, lalu lintas kapal belum kembali normal dan masih sangat terbatas.
Baca Juga: Trump Komplain Iran Berencana Kenakan Biaya untuk Kapal Tanker yang Melewati Selat Hormuz
Dalam kondisi normal, sekitar 140 kapal melintas setiap hari, namun kini hanya sebagian kecil yang berani melintas akibat tingginya risiko keamanan.
Bahkan, ribuan kapal dilaporkan tertahan di kawasan teluk sejak konflik pecah. Sementara perusahaan pelayaran global masih enggan kembali beroperasi secara penuh karena belum adanya jaminan keamanan.
Di sisi lain, Iran tetap memberlakukan kontrol ketat terhadap kapal-kapal yang melintas. Kapal diwajibkan berkoordinasi dengan militer Iran dan hanya kapal tertentu yang diizinkan melintas melalui jalur terbatas.
Sebelumnya Iran juga sempat menutup Selat Hormuz sebagai respons atas serangan AS dan Israel, yang berdampak pada terganggunya sekitar 20 persen pasokan minyak global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







