Tito: Pembangunan Papua Membaik, Tapi Masih Jauh dari Standar Nasional

AKURAT.CO Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, mengungkapkan bahwa sejumlah indikator pembangunan di wilayah Papua menunjukkan tren perbaikan, meski secara umum masih berada di bawah rata-rata nasional.
Pada sektor kesehatan, usia harapan hidup di seluruh wilayah Papua masih tertinggal dari angka nasional yang mencapai 74,47 tahun. Meski demikian, sejumlah daerah menunjukkan tren positif.
"Papua Barat trennya meningkat baik, Papua Barat Daya juga meningkat cukup baik. Papua Selatan membaik meskipun sedikit, yaitu 68,71. Papua Tengah relatif naik tapi landai, sementara Papua Pegunungan berada di posisi terbawah, yaitu 67,55 tahun," kata Tito, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/4/2026).
Baca Juga: Freeport Indonesia Perkuat Peran sebagai Pilar Ekonomi Papua dan Nasional
Dia menegaskan, seluruh wilayah Papua masih berada di bawah rata-rata nasional, meski mengalami perbaikan bertahap.
Di sisi lain, Tito menyoroti persoalan stunting yang masih menjadi tantangan serius. Seluruh provinsi di Papua mencatat angka stunting di atas rata-rata nasional yang sebesar 19,8 persen.
"Papua Tengah cenderung menurun, Papua trennya turun dari 34 persen ke 24,7 persen, Papua Barat juga menurun. Namun Papua Pegunungan justru naik, hampir 40 persen mengalami stunting. Papua Selatan juga sedikit meningkat," ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan perlunya perhatian serius dan intervensi yang lebih kuat dari pemerintah.
Pada sektor pendidikan, indikator harapan lama sekolah juga menunjukkan ketimpangan. Beberapa wilayah seperti Papua Barat Daya dan Papua induk mencatat capaian di atas nasional, namun sebagian besar daerah lainnya masih tertinggal.
"Papua Pegunungan cukup jauh di bawah nasional di angka 9,98 tahun dan cenderung datar. Papua Tengah bahkan paling bawah. Ini perlu didongkrak karena belum ada kemajuan signifikan," jelas Tito.
Baca Juga: Tata Kelola RSUD Yowari Dibangun Ulang, Fokus Perbaikan Layanan Kesehatan Papua
Sementara itu, untuk rata-rata lama sekolah, hanya Papua induk yang melampaui angka nasional sebesar 9,07 tahun, yakni mencapai 10,01 tahun. Di sisi lain, Papua Pegunungan menjadi wilayah dengan capaian terendah, yakni hanya 4,3 tahun.
Dalam aspek ekonomi, Tito menyoroti tingginya angka kemiskinan di seluruh wilayah Papua yang masih berada di atas rata-rata nasional sebesar 8,25 persen.
"Papua Pegunungan memang menunjukkan tren penurunan dari 32,97 persen ke 27,21 persen. Papua Barat dan Papua Barat Daya juga cenderung menurun. Namun Papua Tengah relatif stagnan di 29,45 persen, dan Papua Selatan justru meningkat dari 17,44 persen ke 19,26 persen," paparnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









