Akurat
Pemprov Sumsel

H-7 Keberangkatan Jemaah, Pemerintah Matangkan Persiapan Haji 2026

Putri Dinda Permata Sari | 14 April 2026, 12:20 WIB
H-7 Keberangkatan Jemaah, Pemerintah Matangkan Persiapan Haji 2026
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, rapat bersama Komisi VIII DPR. (YouTube DPR RI)

AKURAT.CO Pemerintah memastikan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026 terus dimatangkan, menjelang keberangkatan jemaah yang dijadwalkan mulai 22 April mendatang.

Dalam rapat bersama Komisi VIII DPR, Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menyampaikan sejumlah aspek layanan utama seperti akomodasi, konsumsi, dan fasilitas jemaah telah menjadi fokus pembenahan.

"Kami telah berkoordinasi dengan pengelola hotel agar seluruh catatan dari Anggota Dewan kemarin, yang terhormat kemarin, yang pada rapat yang tertunda untuk dapat ditindaklanjuti," kata Gus Irfan, sapaan akrabnya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/4/2026).

Baca Juga: Komnas Haji Kritik Wacana War Tiket Haji: Perlu Dipertimbangkan!

"Khususnya terkait perbaikan fasilitas seperti karpet, korden, serta tempat wudhu dan sanitasi agar lebih aman dan nyaman bagi jemaah. Terima kasih atas berbagai masukannya," tambahnya.

Sementara itu, tim di Arab Saudi juga melakukan pemantauan langsung untuk memastikan kesiapan layanan sebelum jemaah tiba. Nantinya, perkembangan pelaksanaan akan terus dievaluasi secara berkala.

Terkait layanan konsumsi, pemerintah juga telah mengantisipasi kendala yang muncul akibat mundurnya salah satu penyedia katering.

Baca Juga: KPK Duga Komisaris Independen PT Sucofindo Jadi Perantara Uang ke Pansus Haji DPR

"Terkait adanya satu penyedia layanan konsumsi di Makkah yang mengundurkan diri dengan kapasitas 3.500 porsi, telah dilakukan redistribusi kuota kepada tiga penyedia yang sudah ada sebelumnya, yaitu: Al Afandi Catering Services, Ahla Zad Company, serta Shofwat Al-Wisam," jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga telah mematangkan distribusi koper, di mana Saudi Airlines telah mendistribusikan sebanyak 74,1 persen, sedangkan Garuda Indonesia sebanyak 50,8 persen. Sisanya didistribusikan paling lambat 17 April itu sudah di tangan jemaah.

"Terkait koper, kami sudah mengirimkan surat peringatan dan juga mengirim tim asistensi memantau dan membantu distribusi koper, termasuk kita datangi perusahaan yang ada di Bogor. Itu juga yang menjadi salah satu sumber keterlambatan di sana," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.