Dahnil Anzar Klarifikasi Isu War Tiket Haji: Masih Kajian Internal

AKURAT.CO Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa wacana war tiket haji bukan menjadi prioritas pemerintah saat ini. Dia memastikan fokus utama kementerian adalah mempersiapkan penyelenggaraan ibadah haji 2026.
"Saya mohon maaf, pimpinan. Seperti yang kami sampaikan, ini pembahasan kami di rakernas, Pak Hidayat. Kami tahu persis mana yang prioritas, mana yang tidak prioritas," kata Dahnil, dalam rapat bersama Komisi VIII DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/4/2026).
Dia menjelaskan, isu war tiket berkembang di ruang publik setelah dibahas dalam forum internal, bukan karena menjadi agenda utama pemerintah.
Baca Juga: Anggota Komisi VIII DPR Minta Wacana War Tiket Haji Dihentikan, Fokus pada Penyelenggaraan Ibadah
"Tapi kemudian ditangkap oleh teman-teman media sebagai salah satu isu yang menarik. Nah, kemudian berkembanglah. Kalau ditanya di internal kami, mana yang prioritas? Kami sedang prioritas persiapan 2026," ujarnya.
Dia menegaskan bahwa pembahasan tersebut masih bersifat kajian internal dan bukan kebijakan yang sedang dijalankan. "Jadi, bukan sengaja kami kembang-kembangkan ini prioritas kami, bukan, Pak," tegasnya.
Sebelum Dahnil menyampaikan hal tersebut, anggota Komisi VIII DPR, Hidayat Nur Wahid, mengingatkan bahwa wacana war tiket tidak hanya soal mempercepat antrean, tetapi juga harus sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.
"War tiket itu bukan hanya terkait dengan mempersingkat lamanya masa antrean jemaah, tapi kesesuaian dengan aturan perundangan, Pak," kata Hidayat.
Dia juga menegaskan bahwa pembahasan wacana tersebut telah disepakati untuk ditangguhkan. Sementara itu, Ketua Komisi VIII DPR, Marwan Dasopang, menilai isu tersebut tetap perlu dibahas dalam jangka panjang, mengingat besarnya jumlah antrean jemaah haji.
Baca Juga: Komnas Haji Kritik Wacana War Tiket Haji: Perlu Dipertimbangkan!
"Itu harus kita bahas. Ini memang problem 5 juta jemaah ini harus kita bahas. Kapan kita bahas, kalau menunggu haji, pokoknya urusan haji ini kan tidak berhenti," kata Marwan.
Namun, dia mengingatkan agar penyampaian wacana tersebut tidak menimbulkan keresahan di masyarakat. "Jangan sampai ada bahasa yang meresahkan 5 juta ini. Nanti 5 juta tidak diurus terus berburu tiket orang lain yang kaya-kaya itu, jangan sampai ada penyampaian kita yang menjadikan mereka resah," tegasnya.
DPR dan pemerintah pun sepakat bahwa pembahasan war tiket akan dilakukan secara hati-hati di kemudian hari, sementara fokus saat ini tetap pada optimalisasi penyelenggaraan ibadah haji 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








