Wamendagri Bima Arya Apresiasi Palembang Siap Terapkan PSEL, Sampah Diolah Jadi Energi Listrik

AKURAT.CO Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengapresiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang yang tengah mempersiapkan diri sebagai kota pertama yang bakal menerapkan program Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).
Rencananya, inovasi tersebut akan mulai beroperasi pada Oktober mendatang. Bima menyebut terobosan itu sebagai langkah strategis yang sejalan dengan target nasional dan arahan Presiden RI Prabowo Subianto.
"Ini langkah maju, terobosan. Presiden menargetkan dalam waktu tiga tahun tidak ada lagi sampah menumpuk. Semua sudah jadi energi nanti atau kemudian didaur ulang," ujar Bima pada acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Tahun 2027 yang diselenggarakan di Griya Agung, Kota Palembang, Sumsel, Selasa (14/4/2026).
Ia menjelaskan bahwa program PSEL menjadi bagian dari delapan klaster program prioritas nasional, khususnya dalam sektor energi dan pengelolaan sumber daya.
Selain itu, Bima juga menginstruksikan kepala daerah untuk memastikan keberhasilan program prioritas lainnya, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan membangun sistem rantai pasok yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Pada kesempatan yang sama, Bima turut mengapresiasi Provinsi Sumsel atas capaian makroekonomi yang dinilai solid. Capaian tersebut diyakini memiliki potensi besar untuk mendukung percepatan pembangunan nasional.
Di sisi lain, Bima juga memaparkan bahwa angka inflasi Provinsi Sumsel secara year on year per 1 April 2026 sebesar 3,09 persen, sedangkan tingkat pengangguran terbuka berada di bawah rata-rata nasional.
"Kapasitas fiskal Sumsel juga masuk kategori kuat, di mana Pendapatan Asli Daerah-nya lebih besar daripada transfer pusat," jelasnya.
Lebih lanjut, Bima menekankan bahwa berbagai inovasi tersebut harus diiringi dengan perubahan paradigma birokrasi melalui konsep statecraft. Konsep tersebut menitikberatkan pada keterampilan atau seni dalam mengelola negara.
Ia mendorong seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sumsel untuk bekerja secara andal, terampil, dan cerdas dalam memanfaatkan momentum bonus demografi tahun 2045.
"Kan sekarang kita ada momentum bonus demografi. Kalau kita manfaatkan itu, maka kita akan loncat keluar dari kutukan kelas menengah (middle-income trap)," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








