Jelantah Bekas MBG Bisa Jadi Potensi Ekonomi Baru, BGN: 100 SPPG Hasilkan 50 Ton Minyak

AKURAT.CO Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak secara nyata bagi masyarakat. Bahkan, sampah atau sisa makanan yang diproduksi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Hal itu disampaikan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, dalam acara peringatan Satu Tahun Perjalanan MBG dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat di Kantor Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Jakarta, Kamis (16/4/2026).
"Sekarang, dengan adanya SPPG, tidak ada food waste yang mubazir. Kenapa? Diburu pak. Peternak bebek, peternak ayam, peternak ikan datang ke SPPG tiap hari mengambil sampah sisa makanan, dan ada yang diolah untuk budidaya maggot," ucap Sony.
Baca Juga: Smart Greenhouse Jadi Kunci Sukses Program MBG
Tidak hanya sisa makanan yang bermanfaat, kumpulan minyak bekas yang dihasilkan oleh SPPG juga ternyata memberikan nilai ekonomis. Setiap satu liter minyak bekas pakai bahkan bisa dihargai Rp7.000-Rp9.000 rupiah.
Menurutnya, minyak bekas tersebut dapat menjadi potensi baru bagi perekonomian daerah. Terlebih, hampir setiap hari SPPG menghasilkan minyak bekas.
Baca Juga: 65,4 Persen Masyarakat Dukung Program MBG, Bantu Penuhi Gizi hingga Kurangi Beban Ekonomi
"Karena dalam satu bulan 500 liter jelantah diproduksi, itu sebagai residu SPPG. Ini Alhamdulillah tidak mencemari lingkungan, tetapi ditampung kita, 1 liternya antara Rp. 7.000 sampai dengan Rp.9.000. Ini satu potensi ekonomi bagi daerah," ujarnya.
Dia pun mengungkap potensi munculnya Kepala Dinas Jelantah, sebagai kepala dinas baru di tiap daerah. Kepala Dinas Jelantah akan mengurusi minyak bekas, yang jumlahnya semakin meningkat karena adanya program MBG.
"Saya juga sampaikan kepada kepada kepala daerah dan satgas. Jangan-jangan nanti ke depan di setiap daerah ada Kepala Dinas Jelantah pak, karena 100 SPPG, ini 50 ton. Menghasilkan 50 ton jelantah, 50 ton dikali ke Rp 9.000. Nah, itu omsetnya per bulan," ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







