Menjawab Kebutuhan Talenta AI Industri Digital, Telkomsel Ajak Mahasiswa Ikuti IndonesiaNEXT Tahun ke-10

AKURAT.CO Telkomsel kembali
Baca Juga: MyTelkomsel Kini Bisa Kirim Paket via J&T Express, Ada Diskon Ongkir Loh!
menyelenggarakan IndonesiaNEXT bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) yang memasuki tahun ke-10 sebagai inisiatif pengembangan kapabilitas talenta digital Indonesia.
Mengusung tema 'AI Driven Digital Talents: Enhancing Skills for Future Challenges', IndonesiaNEXT hadir untuk menyiapkan talenta muda menghadapi transformasi industri digital berbasis Artificial Intelligence.
Program ini dirancang untuk menjembatani dunia pendidikan dan kebutuhan industri melalui pembelajaran yang aplikatif, relevan, dan future-oriented.
Baca Juga: Cara Registrasi Kartu Telkomsel Terbaru 2026: Online, Anti Gagal, dan Langsung Aktif
Dalam perjalanannya memasuki satu dekade, IndonesiaNEXT menghadirkan unique approach berbasis peran dengan membina peserta sebagai Hustler (Project Manager), Hipster (UI/UX Designer), dan Hacker (Programmer).
Pengembangan kompetensi dilakukan secara terstruktur melalui rangkaian TechBased Certification, Placement Test, Ideation Bootcamp, hingga Digitalent Academy.
Telkomsel memperkuat kurikulum IndonesiaNEXT dengan empat various enhancements yang dirancang untuk mempercepat kesiapan karier peserta, meliputi:
1. Hackathon: Tantangan bagi peserta untuk menyelesaikan masalah digital secara kreatif menggunakan teknologi.
2. Role-Oriented Tutoring: Sesi praktik langsung yang membawa peserta merasakan ritme kerja nyata sesuai dengan peran karier yang mereka pilih.
3. Career Coaching: Bimbingan persiapan karier yang memberikan peserta akses ke jaringan industri dan peluang kerja.
4. 1-on-1 Mentoring: Sesi pendampingan secara intensif bersama pakar industri berpengalaman untuk mempercepat penguasaan keterampilan.
IndonesiaNEXT tahun ke10 berlangsung di tengah meningkatnya kebutuhan industri terhadap talenta digital berbasis Artificial Intelligence. Laporan industri menunjukkan bahwa Indonesia masih membutuhkan sekitar 400 ribu talenta digital baru setiap tahun, sementara sekitar 70 persen perusahaan telah mulai mengadopsi AI dalam operasional bisnis mereka.
Di sisi lain, evaluasi terhadap pendidikan tinggi memperlihatkan bahwa integrasi teknologi AI dalam program studi masih terbatas. Sehingga menciptakan kesenjangan antara kebutuhan industri dan kesiapan talenta muda.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









