BPOM Perkuat Pengawasan Program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih

AKURAT.CO Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menegaskan komitmen memperkuat pengawasan obat dan makanan dalam sejumlah program nasional, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menjelaskan pihaknya akan mengawal pengembangan sekitar 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih yang nantinya menyediakan layanan apotek, cold storage, hingga distribusi pangan.
"Kita tahu di Koperasi Merah Putih itu nanti akan ada 80 ribuan koperasi seluruh Indonesia dan akan mengembangkan apa yang disebut dengan apotek. Selain apotek juga storage cold-nya ditambah dengan makanan-makanan yang akan dijual, tentu itu menjadi tanggung jawabnya Badan POM dalam hal pengawasan," kata Taruna, usai rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/4/2026).
Baca Juga: Kasus Whip Pink, BPOM Perketat Peredaran N2O untuk Cegah Penyalahgunaan
Dia menegaskan, pengawasan ketat diperlukan untuk memastikan keamanan produk yang beredar di masyarakat. Selain itu, BPOM juga memberi perhatian serius terhadap program MBG yang masih menghadapi sejumlah tantangan, termasuk kejadian luar biasa.
"Tentu Badan POM sebagai lembaga yang berdasarkan peraturan presiden nomor 115 punya kewajiban dan tanggung jawab bukan hanya pengawasan, tetapi sekaligus mitigasi daripada kejadian-kejadian tersebut dalam upaya melindungi anak-anak kita," imbuhnya.
Untuk itu, percepatan dukungan anggaran menjadi krusial agar BPOM dapat bergerak lebih cepat. "Anggaran yang seharusnya diswakelolakan ke Badan POM itu diarahkan supaya dipercepat, sehingga Badan POM bisa lebih cepat melakukan kewenangan dan tanggung jawabnya," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










