Ulama Khawatir dengan Keselamatan Jemaah Haji di Tengah Konflik Iran vs AS

AKURAT.CO Eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel memicu kekhawatiran sejumlah tokoh agama di Indonesia menjelang pelaksanaan ibadah haji 2026.
Stabilitas kawasan Timur Tengah dinilai sangat penting demi menjamin keamanan jutaan jemaah, termasuk lebih dari 200 ribu calon haji asal Indonesia.
Pimpinan Pondok Pesantren Darul Amanah Kendal, KH Muhammad Fatwa, secara terbuka menyerukan agar konflik segera dihentikan. Seruan itu disampaikannya dalam pertemuan bersama Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Amody, pada 15 April 2026.
Baca Juga: Jemaah Haji Cemas Ibadah di Tengah Perang Iran: Serasa Taruhan Nyawa
Dalam pertemuan tersebut, Kiai Fatwa menegaskan bahwa momen haji adalah waktu yang sakral dan mulia bagi umat Islam. Karena itu, menurutnya, kawasan Arab Saudi harus dijaga tetap aman dan bebas dari dampak konflik geopolitik.
Ia mengingatkan bahwa ketegangan berskala besar berpotensi mengganggu pelaksanaan ibadah, baik dari sisi keamanan, transportasi, maupun kenyamanan jemaah selama berada di Tanah Suci. Oleh sebab itu, semua pihak diminta menahan diri dan memprioritaskan stabilitas kawasan.
Meski demikian, Kiai Fatwa menyatakan optimistis terhadap kesiapan Pemerintah Arab Saudi dan Pemerintah Indonesia dalam menjamin keselamatan jemaah. Ia menilai koordinasi kedua negara semakin solid, termasuk dalam aspek pengamanan dan manajemen layanan haji.
Menurutnya, peningkatan sistem keamanan serta integrasi teknologi pengawasan yang diterapkan otoritas Saudi menjadi langkah positif untuk memberikan rasa aman kepada para jemaah.
Baca Juga: Staf PBNU Mangkir, KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Saksi Kasus Korupsi Kuota Haji
Di tengah dinamika geopolitik yang belum sepenuhnya stabil, para ulama berharap konflik dapat segera mereda agar ibadah haji 2026 dapat berlangsung dengan khusyuk, aman, dan lancar bagi seluruh umat Islam dari berbagai negara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






