Menhan Kumpulkan 23 Purnawirawan TNI, Bahas Arah Pertahanan dan Pertemuan dengan Menteri Perang AS

AKURAT.CO Menteri Pertahanan (Menhan), Sjafrie Sjamsoeddin, menggelar forum silaturahmi bersama 23 purnawirawan mantan petinggi TNI di Aula Bhinneka Tunggal Ika, Kantor Kementerian Pertahanan (Kemhan), Jumat (24/4/2026).
Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan, forum tersebut bertujuan memperkuat hubungan antara prajurit aktif dan para senior TNI.
Selain itu, forum juga menjadi ruang komunikasi strategis yang membahas arah kebijakan pertahanan hingga isu kerja sama internasional.
“Pada hari ini Kementerian Pertahanan bersama TNI melaksanakan kegiatan silaturahmi dengan para purnawirawan TNI sebagai bagian dari upaya memperkuat komunikasi strategis antara generasi aktif dan para senior yang telah memberikan kontribusi besar bagi pertahanan negara,” ujar Rico usai pertemuan.
Ia menambahkan, forum tersebut juga dimanfaatkan untuk memaparkan perkembangan terkini kebijakan pertahanan nasional, termasuk strategi pengembangan kekuatan TNI ke depan.
Selain itu, Kemhan turut menerima masukan dari para purnawirawan terkait dinamika lingkungan strategis yang terus berkembang.
Dalam kesempatan itu, Menhan menegaskan bahwa kebijakan pertahanan Indonesia tetap berpegang pada konstitusi dan kepentingan nasional dengan strategi defensif aktif, yang berorientasi pada penjagaan kedaulatan tanpa mengganggu stabilitas kawasan.
“Dalam kesempatan ini juga ditegaskan bahwa kebijakan pertahanan Indonesia tetap berlandaskan pada prinsip konstitusi dan kepentingan nasional dengan strategi defensif aktif,” kata Rico.
Menurutnya, Menhan juga memaparkan sejumlah agenda penguatan postur pertahanan TNI, mulai dari aspek organisasi, modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), hingga pengembangan sumber daya manusia.
Baca Juga: Dubes RI Apresiasi Karya Desain Indonesia di Milan, IDD Pavilion Tampil di Ajang Dunia
“Dibahas berbagai program penguatan postur TNI baik dari sisi organisasi, modernisasi, maupun pengembangan sumber daya manusia sebagai bagian dari upaya membangun kekuatan pertahanan yang adaptif, profesional, dan berkelanjutan,” jelasnya.
Selain itu, turut dibahas pula kerja sama internasional, termasuk isu overflight access serta pertemuan Menhan dengan Sekretaris Perang Amerika Serikat Pete Hegseth.
Informasi terkait agenda tersebut juga disampaikan langsung kepada para purnawirawan.
Rico menegaskan, seluruh masukan dari para purnawirawan akan menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan dan penyempurnaan kebijakan pertahanan ke depan.
“Kemhan juga menyampaikan apresiasi atas berbagai masukan yang diberikan. Ini akan menjadi bagian dari proses penyempurnaan kebijakan pertahanan ke depan,” tambahnya.
Dalam forum tersebut, para purnawirawan perwira tinggi TNI mulai berdatangan sekitar pukul 09.00 WIB dan meninggalkan lokasi menjelang pukul 11.00 WIB.
Berikut daftar purnawirawan yang hadir:
TNI AD
Jenderal TNI (Purn) Wiranto, Gatot Nurmantyo, Andika Perkasa, Agustadi Sasongko, Dudung Abdurachman, Agum Gumelar, Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri, Valentinus Suhartono Suratman, Djamari Chaniago, Fadillah, Bambang Darmono.
TNI AL
Laksamana TNI (Purn) Agus Suhartono, Yudo Margono, Siwi Sukma Adji, Marsetio, Ade Supandi, Letjen TNI (Purn) Mar. Muhammad Alfan Baharudin.
TNI AU
Marsekal TNI (Purn) Djoko Suyanto, Imam Sufaat, Ida Bagus Putu Dunia, Agus Supriatna, Marsdya TNI (Purn) Imran Baidirus, Hadiyan Sumintaatmadja.
Baca Juga: Malut United vs Persebaya: Laskar Kie Raha Kalah Lagi, Hendri Susilo Soroti Penyelesaian Akhir
Sebelumnya, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan pentingnya landasan konstitusi dan kepentingan nasional dalam setiap perumusan strategi pertahanan.
“Selama hampir dua tahun ini, kami bekerja bersama dalam pembangunan kekuatan pertahanan negara, khususnya kekuatan TNI,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









