Akurat Logo

Hadapi Disrupsi Teknologi, Gibran Dorong Santri Tremas Pacitan Upgrade Diri dan Kuasai AI

Ayu Rachmaningtyas | 30 April 2026, 21:46 WIB
Hadapi Disrupsi Teknologi, Gibran Dorong Santri Tremas Pacitan Upgrade Diri dan Kuasai AI
Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, mengunjungi Perguruan Islam Pondok Tremas di Pacitan, Jawa Timur.

AKURAT.CO Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, mengunjungi Perguruan Islam Pondok Tremas di Pacitan, Jawa Timur, bersilaturahmi dengan para kiai dan santri sekaligus memantau langsung pelaksanaan pelatihan kecerdasan buatan (AI) dan robotika bagi para santri.

Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya penguatan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda termasuk para santri, dalam menghadapi percepatan transformasi digital.

Diharapkan, santri tidak hanya unggul dalam ilmu keagamaan, tetapi juga adaptif dan kompetitif di era global.

Baca Juga: Perjalanan Atlet Lari Indonesia dan Teknologi Sepatu PUMA

Dalam kunjungan tersebut, Wapres melihat langsung proses dan hasil pembelajaran, berdialog dengan para santri, serta memastikan program pelatihan berjalan optimal dan memberi manfaat nyata dalam meningkatkan kapasitas literasi teknologi di lingkungan pondok.

Dia mengingatkan bahwa belajar robotik, belajar AI, dan belajar coding penting sekali untuk mengasah berpikir kritis dan berpikir komputasional santri, agar mereka tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pencipta teknologi.

"Karena penting sekali nanti ke depan untuk menghadapi tantangan zaman yang serba digital. Ini semua harus belajar dan santri-santri tidak boleh ketinggalan ya," kata Gibran, Kamis (30/4/2026).

Dalam sesi dialog dengan santri, dia sempat menanggapi kegelisahan salah satu santri yang mengaku khawatir dengan perkembangan teknologi. Santri tersebut menyampaikan ketakutannya bahwa kelak setelah lulus, banyak pekerjaan akan tergantikan oleh robot dan kecerdasan buatan.

"Banyak pekerjaan yang digantikan oleh AI, orang-orang juga hilang pekerjaannya, seperti di pabrik digantikan oleh robot," ucapnya, seraya memberi contoh.

Menjawab hal itu, Wapres menegaskan bahwa manusia tetap memegang peran utama di balik teknologi.

Baca Juga: Guru Besar UI Soroti Pentingnya Integrasi Teknologi dan Keberlanjutan dalam Arsitektur

"Robot yang bikin siapa? Itu manusianya kan? Itu AI bikin prompting, yang ngetik prompting-nya masih manusia kan? Justru sekarang akan banyak pekerjaan-pekerjaan baru. Jadi, enggak usah takut. Manusia enggak akan tergantikan," jelas Wapres.

Dia pun menekankan bahwa kunci menghadapi perubahan adalah kesiapan untuk terus belajar dan beradaptasi. "Saya yakin nanti ke depan bisa berguna, terutama kalau mereka nanti terjun ke dunia kerja dan ini yang namanya disrupsi teknologi semakin tidak bisa kita kontrol. Makanya kita harus selalu meng-upgrade diri," pungkasnya.

Sementara itu, Pengasuh Perguruan Islam Pondok Tremas, K.H. Luqman Harist Dhimyathi, menyampaikan harapannya agar program pelatihan teknologi ini dapat terus berlanjut dan tidak berhenti pada kegiatan kali ini saja.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.