Marak Kasus Kekerasan Anak di Daycare, DPR Pertanyakan Pengawasan Kementerian PPPA

AKURAT.CO Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, menyoroti masih lemahnya pengawasan terhadap fasilitas tempat penitipan anak (daycare), menyusul insiden kekerasan di Daycare Little Aresha, Yogyakarta.
Dia pun mempertanyakan pengawasan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Mengingat, kasus kekerasan terhadap anak di daycare sudah sering terjadi.
"Sudah ada beberapa kali insiden kekerasan pada anak di daycare, tapi kok berulang lagi. Jadi perlu dipertanyakan, bagaimana pengawasan yang dilakukan Kementerian PPPA selama ini?" kata Cucun dalam keterangannya, Jumat (1/5/2026).
Dia menekankan, kasus ini harus menjadi peringatan untuk Kementerian dan lembaga terkait karena insiden di Daycare Little Aresha menambah daftar panjang kekerasan di tempat penitipan anak.
"Harus ada sanksi tegas bagi mereka yang terlibat dalam kasus ini. Dan negara perlu menjamin perlindungan bagi korban maupun keluarganya, termasuk dari sisi hukum dan pendampingan psikologis karena kekerasan pada anak akan meninggalkan trauma," jelasnya.
Secara khusus, Cucun menyoroti pengawasan terhadap daycare yang seharusnya menjadi perhatian serius Pemerintah. Terutama instasi yang memiliki tugas dan tanggung jawab terhadap perlindungan anak.
"Kasus di Yogyakarta memperlihatkan kegagalan dalam sistem dan pengawasan di sektor pengasuhan. Ini tentang bagaimana Negara mengawasi ruang-ruang perlindungan anak," ujarnya.
Fakta adanya puluhan anak yang diduga mengalami kekerasan, menunjukkan bahwa pengawasan administratif Negara tidak berjalan beriringan dengan pengawasan substansi pengasuhan.
Meski sudah ada penanganan lanjutan, namun kasus kekerasan tetap terulang lagi. Menurutnya, hal ini dikarenakan belum ada roadmap yang jelas mengenai sistem fasilitas tempat penitipan anak, terutama dari sisi pengawasan.
"Begitu ada kasus meledak, baru bergerak cepat," tambahnya.
Baca Juga: DPR Desak Pengusutan Tuntas Kasus Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha Yogyakarta
Cucun pun meminta adanya keseriusan pengawasan, mengingat kekerasan di daycare yang cukup fatal sudah beberapa kali ditemukan.
"Kejadian ini harus menjadi peringatan, terutama karena lemahnya pengawasan yang memungkinkan kekerasan di tempat penitipan anak terus berulang terjadi," tutur dia
Seperti diketahui, kasus kekerasan yang terjadi di Daycare Little Aresha yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memantik kemarahan publik. Sebab puluhan anak diduga mengalami perlakuan tidak layak, termasuk dugaan penelantaran hingga pengikatan tangan dan kaki.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








