Akurat Logo

Marak Kasus Kekerasan Anak di Daycare, DPR Pertanyakan Pengawasan Kementerian PPPA

Ayu Rachmaningtyas | 1 Mei 2026, 19:07 WIB
Marak Kasus Kekerasan Anak di Daycare, DPR Pertanyakan Pengawasan Kementerian PPPA
Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal.

AKURAT.CO Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, menyoroti masih lemahnya pengawasan terhadap fasilitas tempat penitipan anak (daycare), menyusul insiden kekerasan di Daycare Little Aresha, Yogyakarta.

Dia pun mempertanyakan pengawasan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Mengingat, kasus kekerasan terhadap anak di daycare sudah sering terjadi.

"Sudah ada beberapa kali insiden kekerasan pada anak di daycare, tapi kok berulang lagi. Jadi perlu dipertanyakan, bagaimana pengawasan yang dilakukan Kementerian PPPA selama ini?" kata Cucun dalam keterangannya, Jumat (1/5/2026).

Baca Juga: Soroti Kasus Daycare di Yogyakarta, Wakil Ketua Komisi X: RUU Sisdiknas Perkuat Perlindungan Anak di Semua Lingkungan Pendidikan

Dia menekankan, kasus ini harus menjadi peringatan untuk Kementerian dan lembaga terkait karena insiden di Daycare Little Aresha menambah daftar panjang kekerasan di tempat penitipan anak.

"Harus ada sanksi tegas bagi mereka yang terlibat dalam kasus ini. Dan negara perlu menjamin perlindungan bagi korban maupun keluarganya, termasuk dari sisi hukum dan pendampingan psikologis karena kekerasan pada anak akan meninggalkan trauma," jelasnya.

Secara khusus, Cucun menyoroti pengawasan terhadap daycare yang seharusnya menjadi perhatian serius Pemerintah. Terutama instasi yang memiliki tugas dan tanggung jawab terhadap perlindungan anak.

"Kasus di Yogyakarta memperlihatkan kegagalan dalam sistem dan pengawasan di sektor pengasuhan. Ini tentang bagaimana Negara mengawasi ruang-ruang perlindungan anak," ujarnya.

Fakta adanya puluhan anak yang diduga mengalami kekerasan, menunjukkan bahwa pengawasan administratif Negara tidak berjalan beriringan dengan pengawasan substansi pengasuhan.

Meski sudah ada penanganan lanjutan, namun kasus kekerasan tetap terulang lagi. Menurutnya, hal ini dikarenakan belum ada roadmap yang jelas mengenai sistem fasilitas tempat penitipan anak, terutama dari sisi pengawasan.

"Begitu ada kasus meledak, baru bergerak cepat," tambahnya.

Baca Juga: DPR Desak Pengusutan Tuntas Kasus Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha Yogyakarta

Cucun pun meminta adanya keseriusan pengawasan, mengingat kekerasan di daycare yang cukup fatal sudah beberapa kali ditemukan.

"Kejadian ini harus menjadi peringatan, terutama karena lemahnya pengawasan yang memungkinkan kekerasan di tempat penitipan anak terus berulang terjadi," tutur dia

Seperti diketahui, kasus kekerasan yang terjadi di Daycare Little Aresha yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memantik kemarahan publik. Sebab puluhan anak diduga mengalami perlakuan tidak layak, termasuk dugaan penelantaran hingga pengikatan tangan dan kaki.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.