Soswit Goes to School, Ajak Generasi Muda Jadi Sobat Sawit yang Cerdas dan Peduli Lingkungan

AKURAT.CO Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menggelar kegiatan Sobat Sawit (Soswit) Goes To School Sulawesi di SMK Negeri 1 Pasangkayu, Sulawesi Barat, dengan tema 'Sawit Itu Dekat: Ngasih Kerja, Ngegerakin Ekonomi, Bangun Daerah'.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Bupati Pasangkayu, H. Yaumil Ambo Djiwa, S.H., dan dihadiri oleh lebih dari 280 siswa serta guru dari berbagai sekolah menengah atas dan kejuruan di Kabupaten Pasangkayu.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh GAPKI bekerja sama dengan perusahaan anggota, PT Pasangkayu, serta didukung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit.
Baca Juga: Matangkan B50, Pemerintah Gelar Rencana Aksi Nasional Kelapa Sawit Berkelanjutan
Melalui program ini, GAPKI ingin menghadirkan edukasi kelapa sawit yang lebih dekat, interaktif, dan relevan bagi generasi muda, khususnya pelajar tingkat SMA/SMK.
Dalam sambutannya, Yaumil menekankan bahwa sektor kelapa sawit memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Terutama dalam hal penyerapan tenaga kerja, peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, serta pertumbuhan berbagai sektor pendukung di tingkat lokal.
"Melalui kegiatan ini, saya berharap para siswa dapat memperoleh pemahaman yang benar dan utuh mengenai kelapa sawit, mulai dari proses budidaya, manfaat ekonomi, hingga pengelolaan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Jadilah sobat sawit yang cerdas, kreatif dan peduli kepada lingkungan," ujar Yaumil, Senin (4/5/2026).
Kegiatan Soswit Goes To School menghadirkan berbagai agenda edukatif. Mulai dari pameran karya siswa, lomba mading bertema sawit, hingga talkshow interaktif bersama akademisi, praktisi industri, dan perwakilan GAPKI.
Talkshow tersebut mengangkat isu penting mengenai peran sawit dalam ekonomi nasional, peluang karier dan inovasi di sektor agribisnis, serta pembahasan 'mitos vs fakta' terkait isu lingkungan.
Dalam kesempatan yang sama, Failur Rahman, Akademisi dari Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako, Palu, menyampaikan bahwa kelapa sawit menyumbang 90 persen ekspor dari Provinsi Sulawesi Barat. Menurutnya, komoditas ini sangat vital bagi masyarakat setempat.
Baca Juga: HIPMI Dorong Hilirisasi Sawit untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
"Generasi muda agar kritis dalam membaca berita dan informasi, sehingga tidak termakan berita yang keliru. Validasi informasi diperlukan," tegas Failur.
Kegiatan ini juga sejalan dengan berbagai program unggulan BPDP, seperti Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), pengembangan SDM melalui pendidikan dan beasiswa, penelitian, hingga promosi dan kemitraan.
Seluruh program tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, daya saing, dan manfaat ekonomi sawit bagi masyarakat luas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








