Akurat
Pemprov Sumsel

Menkes: Kasus Campak Tinggi Karena Mobilitas dan Rendahnya Vaksinasi

Ayu Rachmaningtyas | 20 April 2026, 16:46 WIB
Menkes: Kasus Campak Tinggi Karena Mobilitas dan Rendahnya Vaksinasi
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.

AKURAT.CO Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyebut campak masih menjadi salah satu penyakit paling menular di dunia. Karena itu, pihaknya mempercepat vaksinasi untuk menekan lonjakan kasus yang terjadi di awal tahun.

"Campak ini virusnya sudah lama dan merupakan penyakit menular yang penularannya paling tinggi. Kalau COVID dulu satu orang bisa menularkan tiga sampai empat, Omicron bisa delapan. Nah, campak ini satu orang bisa menulari sampai 18 orang, rata-rata 15," kata Budi dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI, Senin (20/4/2026).

Dia menjelaskan, campak bukanlah penyakit dengan tingkat kematian yang tinggi seperti Ebola atau tuberkulosis. Namun, campak dapat menyebabkan kematian jika terjadi akibat komplikasi seperti infeksi pada paru atau di otak.

Baca Juga: Ratusan Nakes Divaksin Campak, Kemenkes Targetkan Jangkau Ribuan Tenaga Kesehatan di 14 Provinsi

Menurutnya, tren peningkatan kasus campak kerap terjadi di awal tahun, bukan karena faktor cuaca, melainkan mobilitas masyarakat. Di negara dengan musim dingin, lonjakan juga dipicu aktivitas masyarakat yang lebih sering berkumpul di dalam ruangan.

Karena itu, campak sesungguhnya dapat dikendalikan karena vaksinnya telah tersedia. Namun, gangguan cakupan imunisasi selama pandemi COVID-19 berdampak pada peningkatan kasus.

"Begitu penyakit menular ada vaksinnya, harusnya bisa ditangani. Kalau ada outbreak, hampir pasti karena vaksinasinya tidak berjalan dengan baik," ujarnya.

Dia pun mengakui, selama pandemi fokus vaksinasi sempat bergeser ke COVID-19. Selain itu, isu kehalalan vaksin juga sempat memengaruhi penerimaan masyarakat.

"Masalah utamanya meyakinkan orang tua agar anaknya divaksinasi. Golongan yang tidak percaya vaksinasi masih cukup besar," kata Budi.

Sebagai respons atau kasus-kasus yang terjadi, pemerintah menjalankan Outbreak Response Immunization (ORI) di wilayah dengan kasus tinggi. Program ini menyasar seluruh anak tanpa melihat status imunisasi sebelumnya.

Baca Juga: 98 Anak Diduga Tewas Akibat Campak, Bangladesh Gelar Vaksinasi Darurat

Langkah tersebut mulai menunjukkan hasil dengan penurunan kasus seiring meningkatnya cakupan imunisasi.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Andi Saguni, menyatakan jumlah kasus campak di Indonesia mulai menunjukkan tren penurunan dalam beberapa pekan terakhir.

Meski demikian, pemerintah tetap memperkuat upaya imunisasi di daerah yang mengalami kejadian luar biasa (KLB) maupun wilayah dengan peningkatan kasus.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.