Menkes Masih Pantau Kasus Virus Hanta di Kapal MV Hondius: Kami Siapkan Screening

AKURAT.CO Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan pemerintah mulai mempersiapkan langkah deteksi dini terkait kemunculan kasus virus hanta dari kapal pesiar ekspedisi MV Hondius yang berlayar di perairan Afrika Barat/Tanjung Verde pada awal Mei 2026.
Dia mengatakan virus hanta merupakan virus yang berbahaya, sehingga pemerintah telah berkoordinasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk meminta panduan penanganan dan sistem screening.
"Virus hanta ini kan virus yang lumayan berbahaya. Kita sudah koordinasi dengan WHO, kita minta guidance untuk bisa lakukan screeningnya," kata Budi saat ditemui di Kantor Kemenkes, Kamis (7/5/2026).
Baca Juga: Wabah Virus Mematikan di Kapal Pesiar, Argentina Diselidiki sebagai Sumber Penularan
Kendati demikian, dari hasil masukan yang diterima pemerintah menunjukkan penyebaran virus tersebut masih terkonsentrasi di wilayah tertentu dan belum meluas ke daerah lain.
Untuk itu Kemenkes tengah menyiapkan kemampuan screening, mulai dari kemungkinan penggunaan rapid test hingga penyediaan reagen khusus untuk pemeriksaan PCR.
"Apa itu dalam bentuk rapid test kayak kita COVID dulu, maupun reagen-reagen yang digunakan di mesin PCR," tambahnya.
Baca Juga: Mengenal Hantavirus: Gejala, Penularan, dan Pencegahannya
Menurutnya, Indonesia memiliki keuntungan karena fasilitas mesin PCR saat ini sudah tersedia dalam jumlah banyak sejak pandemi COVID-19. Hal itu dinilai mempermudah proses deteksi apabila ditemukan kasus virus hanta.
Namun, reagen untuk mendeteksi virus hanta masih bersifat khusus sehingga pemerintah masih berfokus pada penguatan surveillance atau pemantauan kasus.
"Mesin PCR kita sudah banyak. Jadi untuk deteksi virus ini harusnya bisa lebih mudah. Cuma dipastikan reagennya masih khusus. Jadi sekarang kita masih fokus ke surveillance supaya kalau ada apa-apa kita bisa cepat," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








