Akurat Logo

Presiden Prabowo Gunakan Maung Karya Anak Bangsa di KTT ASEAN Filipina

Moehamad Dheny Permana | 7 Mei 2026, 17:43 WIB
Presiden Prabowo Gunakan Maung Karya Anak Bangsa di KTT ASEAN Filipina
Presiden Prabowo Subianto menggunakan kendaraan Maung untuk mendukung mobilitas kunjungannya di Filipina. Foto: Biro Pers Setpres

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto tiba di The Mactan Cebu International Airport Authority (MCIAA) General Aviation Terminal, Cebu, Filipina, Kamis (7/5/2026), pukul 13.45 waktu setempat.

Kehadiran Presiden Prabowo guna menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang berlangsung pada 7-8 Mei 2026.

Setibanya di Cebu, Presiden Prabowo disambut oleh Penasihat Keamanan Nasional Republik Filipina, Eduardo Oban.

Di bawah tangga pesawat, Presiden Prabowo juga menerima penyambutan jajar pasukan kehormatan dan penampilan tarian tradisional Filipina. Presiden Prabowo juga turut menerima buket bunga dari pihak tuan rumah.

Baca Juga: Prabowo Terbang ke Filipina Hadiri KTT Ke-48 ASEAN, Didampingi Bahlil dan Seskab Teddy

Ketibaan Presiden Prabowo di Filipina menjadi perhatian tersendiri. Untuk pertama kalinya dalam kunjungan luar negeri, Presiden Prabowo dijemput menggunakan Maung, kendaraan taktis ringan hasil pengembangan industri pertahanan nasional Indonesia.

Kendaraan taktis tersebut dikenal tangguh dan telah digunakan dalam berbagai operasi serta kebutuhan nasional.

Penggunaan mobil Maung dalam agenda internasional Presiden Prabowo ini sekaligus menunjukkan kemajuan industri pertahanan dalam negeri yang terus berkembang.

Penggunaan Maung pada KTT ASEAN ke-48 tidak sekadar sebagai alat transportasi tetapi juga menjadi simbol kemandirian bangsa dan kepercayaan diri nasional.

Baca Juga: Prabowo Terima 10 Buku Reformasi Polri, Usul Revisi UU hingga Wacana Kementerian Keamanan Dihentikan

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.