BGN: Program MBG Tak Batasi Relawan Berdasarkan Usia Maksimal

AKURAT.CO Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menegaskan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak menetapkan batas usia maksimal bagi masyarakat yang ingin menjadi relawan.
Pernyataan tersebut disampaikan Dadan menyusul ramainya pembahasan di media sosial terkait seorang perempuan berusia 50 tahun yang disebut terancam tidak diperpanjang kontraknya karena faktor usia.
Menurut Dadan, program MBG terbuka bagi seluruh masyarakat selama memiliki kondisi kesehatan yang baik, siap bekerja, dan memiliki semangat untuk berkontribusi dalam mendukung pemenuhan gizi nasional.
“Tidak ada batas usia maksimum selama relawan dalam kondisi sehat dan mampu bekerja,” ujar Dadan dalam keterangannya, Jumat (8/5/2026).
Ia menjelaskan, program MBG merupakan program strategis nasional yang membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat agar pelaksanaannya dapat berjalan optimal di berbagai daerah.
Karena itu, partisipasi publik dinilai menjadi salah satu kekuatan utama dalam mendukung keberhasilan program tersebut.
Dadan mengatakan relawan memiliki peran penting dalam mendukung operasional di lapangan, mulai dari membantu distribusi makanan bergizi, pelayanan kepada penerima manfaat, hingga memastikan pelaksanaan program berjalan tertib dan tepat sasaran.
Baca Juga: OJK Catat 21 Juta Pengguna Kripto, Indodax Kuasai Hampir Separuh Pengguna Nasional
Meski demikian, BGN tetap menetapkan syarat usia minimal 18 tahun bagi relawan sebagai bentuk perhatian terhadap kesiapan dalam menjalankan tugas di lapangan.
“Untuk menjadi relawan, syarat usia minimal tetap 18 tahun,” katanya.
Ia menegaskan bahwa program MBG menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat pemenuhan gizi nasional sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Dalam pelaksanaannya, BGN terus mengedepankan prinsip kolaborasi, akuntabilitas, dan kebermanfaatan bagi masyarakat,” tutur Dadan.
Lebih lanjut, ia menilai keterlibatan masyarakat dalam program MBG tidak hanya menjadi bentuk dukungan terhadap program pemerintah, tetapi juga mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
Karena itu, BGN terus mendorong terciptanya ekosistem pelaksanaan program yang inklusif, kolaboratif, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah.
Dengan dukungan relawan dari berbagai latar belakang, program MBG diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan menjangkau semakin banyak penerima manfaat.
“Semangatnya adalah membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin ikut berkontribusi dalam mendukung keberhasilan program MBG,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










