Wamenkes Pastikan Hantavirus di Indonesia Tidak Berpotensi Jadi Pandemi

AKURAT.CO Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono, menegaskan, kasus hantavirus di Indonesia masih tergolong ringan dan belum menunjukkan potensi menjadi pandemi global seperti COVID-19.
Menurut Dante, jenis hantavirus yang ditemukan di Indonesia berbeda dengan kasus berat yang sempat ramai diperbincangkan di kapal pesiar luar negeri.
“Hantavirus itu ada dua macam. Yang pertama namanya Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS), kelainannya berupa panas tinggi, kuning, dan sakit ginjal. Yang kedua namanya Hanta Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyebabkan kelainan paru-paru,” ujar Dante saat ditemui dalam kunjungan mengejar anak zero dose di Bandung, Jawa Barat, Selasa (12/5/2026).
Ia menjelaskan tingkat kematian HFRS berada di kisaran 15 persen, sedangkan HPS yang menyerang paru-paru memiliki tingkat fatalitas lebih tinggi, yakni 60 hingga 80 persen.
Namun, Dante memastikan seluruh kasus hantavirus yang ditemukan di Indonesia sejauh ini merupakan jenis HFRS yang tergolong ringan.
“Di Indonesia ditemukan 23 kasus dan semuanya adalah HFRS yang ringan,” katanya.
Baca Juga: Cucun Ingatkan Homeless Media Tetap Wajib Patuhi Kode Etik Jurnalistik: Jangan Jadi Buzzer
Menurut Dante, kasus hantavirus di Indonesia umumnya muncul setelah banjir dan berkaitan dengan paparan tikus sebagai reservoir atau perantara virus.
“Hantavirus itu ada reservoirnya atau perantaranya, yaitu tikus. Jadi tikus rumah yang kotor, banyak air kencingnya, terutama terjadi setelah banjir itu bisa menyebabkan terjadinya hantavirus,” jelasnya.
Ia menyebut pola penyebaran hantavirus memiliki kemiripan dengan leptospirosis karena sama-sama berkaitan dengan kotoran dan urine tikus saat banjir.
Namun, leptospirosis disebabkan oleh bakteri, sedangkan hantavirus berasal dari virus.
Karena itu, Kementerian Kesehatan juga melakukan pemeriksaan hantavirus terhadap pasien yang dicurigai mengalami leptospirosis guna memperkuat deteksi dini.
Meski demikian, Dante memastikan jenis hantavirus yang ditemukan di Indonesia tidak berbahaya dan belum terbukti dapat menular antarmanusia.
Menurutnya, kemungkinan penularan manusia ke manusia masih dalam tahap penelitian, khususnya pada jenis HPS yang menyerang paru-paru dan menimbulkan gejala batuk.
“Enggak, enggak berbahaya. Angka fatality rate-nya cuma 15 persen,” ujarnya.
Ia juga menegaskan kasus hantavirus di Indonesia tidak akan berkembang menjadi pandemi global.
“Enggak, enggak,” tegas Dante.
Baca Juga: Kenapa Internet Cepat Masih Mahal? Ini Penyebabnya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








