Satgas PKH Serahkan Rp10,2 Triliun ke Negara, Prabowo: Ini Bukti Pemerintah Berani Tegas

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, menyaksikan penyerahan hasil denda administratif berupa uang Rp10,2 triliun dan lahan kawasan hutan 2,3 juta hektare dari Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) ke negara.
"Saya senang kalau diundang terus acara begini. Tiap undangan lihat secara fisik Rp10 triliun," kata Prabowo dalam acara penyerahan tersebut di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Dia menegaskan bahwa acara penyerahan hasil denda ini tidak dianggap sebagai seremonial semata. Menurutnya, ini adalah bukti bahwa pemerintah berani menindak tegas pihak-pihak yang melanggar dan merugikan negara.
Baca Juga: Presiden Prabowo Saksikan Penyerahan Denda Administratif Rp10,2 Triliun Hasil Kerja Satgas PKH
"Saya kira saudara-saudara, acara-acara seperti ini jangan kita anggap hanya seremoni atau show. Tapi pandangan saya, keyakinan saya, bangsa Indonesia, rakyat Indonesia, sudah pada tahap bahwa rakyat kita ingin melihat bukti," ucapnya.
Kepala Negara kemudian menyampaikan apresiasi atas kinerja Satgas PKH yang telah berkali-kali melakukan penyelamatan terhadap kekayaan negara.
Baca Juga: Indonesia Akan Kirim Komodo ke Jepang, Perkuat Kerja Sama Kehutanan dan Konservasi
"Saya atas nama negara dan bangsa, atas nama pemerintah, atas nama seluruh rakyat Indonesia, saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan," jelas.
Sebagai informasi, uang Rp10,2 triliun yang diserahkan kepada negara tersebut berasal dari dua instrumen.
Pertama, yaitu hasil penagihan denda administratif bidang kehutanan oleh Satgas PKH sebesar Rp3.423.742.672.359. Kemudian, penerimaan pajak hasil tindak lanjut Satgas PKH sebesar Rp6.846.309.214.105.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








