Akurat Logo

Pemerintah Sediakan 320 Ribu Lowongan Kerja Migran Formal, Gaji hingga Rp150 Juta

Ayu Rachmaningtyas | 18 Mei 2026, 17:39 WIB
Pemerintah Sediakan 320 Ribu Lowongan Kerja Migran Formal, Gaji hingga Rp150 Juta
Menteri P2MI, Mukhtarudin, menyebut pemerintah terus mendorong perubahan citra pekerja migran Indonesia. Foto: Kementerian P2MI

AKURAT.CO Indonesia memiliki lebih dari 320 ribu lowongan kerja migran yang telah terverifikasi melalui sistem pemerintah saat ini.

Seluruh lowongan tersebut berada di sektor formal dan membutuhkan tenaga kerja terampil, mulai dari level menengah hingga keahlian tinggi.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menjelaskan, data tersebut berasal dari Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI) yang kini terintegrasi dalam SIP2MI. Menurutnya, seluruh job order yang tercatat telah diverifikasi oleh perwakilan Indonesia di luar negeri.

"Kalau lowongan tenaga kerja migran kita, dari data SISKOP2MI yang sudah SIP2MI, artinya job order yang sudah terverifikasi oleh perwakilan kita di luar negeri itu ada kurang lebih 320 ribuan lowongan pekerja migran," ujarnya, usai peluncuran Gerakan Nasional Migran Aman di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta, Senin (18/5/2026).

Mukhtarudin mengatakan, seluruh kebutuhan tenaga kerja tersebut berada di sektor formal yang membutuhkan keterampilan atau skill dengan tingkat menengah sampai tinggi.

Dengan menempati berbagai sektor strategis di sejumlah negara, berbagai lowongan tersedia, mulai dari manufaktur, teknik, kesehatan, hingga industri penerbangan.

Baca Juga: Kementerian P2MI dan Prefektur Miyazaki Percepat MoU Penempatan Pekerja Migran

Dengan penghasilan rata-rata paling minimal Rp10-15 juta untuk pekerjaan dengan tingkat menengah. Sedangkan tingkat pekerjaan dengan keterampilan tinggi seperti perawat bisa mendapatkan gaji mencapai Rp150 juta.

"Bisa Rp60 juta, Rp70 juta. Bahkan ada yang perawat sampai Rp150 juta kalau di daerah di Amerika. Bahkan juga ada yang sudah bekerja di Korean Aerospace Industry, industrinya pertahanannya, pesawat tempurnya Korea, ada orang Indonesia. Ada di engineering di Jepang, ada perawat," jelas Mukhtarudin.

"Ada yang jadi pramugari di maskapai-maskapai asing, Dubai misalnya, Emirates, Qatar Airways, kemudian Saudi Airways," tambahnya.

Untuk memenuhi kebutuhan pasar global, Kementerian P2MI juga telah menyiapkan pelatihan bahasa dan keterampilan teknis bagi calon pekerja migran. Termasuk bahasa Inggris, Mandarin, Korea, Jepang, hingga Arab.

"Jadi, yang kita tempatkan adalah orang-orang yang sudah terlatih, yang mempunyai keterampilan teknis. Sudah mempunyai mental yang kuat, mempunyai wawasan kebangsaan yang baik, dan mereka yang sehat. Baru kita tempatkan ke sana," katanya.

Kementerian P2MI saat ini memetakan sejumlah sektor yang memiliki permintaan tinggi dari luar negeri, seperti caregiver, perawat, manufaktur, pertanian, perikanan, hingga hospitality. Salah satu negara yang masih membutuhkan tenaga kerja Indonesia adalah Jepang.

Baca Juga: Kolaborasi Tiga Kementerian, Pelindungan Pekerja Migran Diperkuat dari Hulu

"Kemarin saya baru ketemu dengan salah satu prefektur dari Jepang, dari Miyazaki. Mereka butuh tenaga-tenaga yang profesional dan mereka butuh banyak karena mereka aging population," ujar Mukhtarudin.

Untuk negara tujuan, Malaysia masih menjadi salah satu favorit. Disusul Hong Kong, Taiwan, Korea Selatan, Jepang, hingga beberapa negara Eropa seperti Jerman, Slovakia, dan Bulgaria.

Pemerintah memastikan terus mendorong perubahan citra pekerja migran Indonesia. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi Indonesia yang tengah menikmati bonus demografi.

"Prinsipnya kita rebranding bahwa pekerja migran itu bukan lagi TKW, TKI kayak zaman dulu. Tapi ini adalah mereka pekerja migran yang profesional, yang sudah formal, mempunyai skill," demikian Mukhtarudin.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.