Rano Karno Tinjau Pengolahan Sampah Modern di Denmark, Belajar Sistem Waste-to-Energy

AKURAT.CO Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, bersama Delegasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta meninjau fasilitas pengolahan sampah Copen Hill di Kopenhagen, Denmark.
Kunjungan tersebut untuk mempelajari sistem pengelolaan sampah modern yang terintegrasi dan ramah lingkungan.
Fasilitas yang beroperasi sejak 2017 itu mampu mengolah sekitar 440.000 hingga 610.000 ton sampah setiap tahun. Dari proses tersebut, Copen Hill menghasilkan sekitar 283 GWh listrik dan 1.383 GWh energi panas.
Rano mengatakan, pengelolaan sampah di Copen Hill menunjukkan fasilitas lingkungan dapat dibangun secara modern, efisien, dan terbuka bagi masyarakat.
"Teknologinya sangat maju. Tidak hanya mengolah sampah menjadi energi, sisa pembakarannya juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran aspal," ujar Rano dalam keterangannya, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, pengalaman Kopenhagen dapat menjadi inspirasi bagi Jakarta dalam mempercepat pengurangan dan pengolahan sampah perkotaan secara berkelanjutan. Dia menegaskan, pemilahan sampah dari sumbernya menjadi kunci utama keberhasilan pengelolaan sampah.
"Teknologi bisa dibangun, tetapi keberhasilannya sangat ditentukan oleh partisipasi warga," imbuhnya.
Di fasilitas itu, sampah yang telah dipilah diolah menggunakan teknologi waste-to-energy. Sampah dibakar pada suhu hingga 1.000 derajat Celsius untuk menghasilkan uap panas yang menggerakkan turbin pembangkit listrik.
Baca Juga: DLH Jakarta Pastikan Sampah yang Sudah Dipilah Tak Tercampur Saat Pengangkutan
Energi yang dihasilkan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan listrik dan pemanas sekitar 100.000 hingga 150.000 rumah tangga di Kopenhagen.
Pengelola Copen Hill menyebut keberhasilan pengolahan sampah tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga kedisiplinan masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah.
Warga menerapkan pemilahan sampah dalam 10 kategori, mulai dari sampah makanan hingga kaca, plastik, dan logam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








