Akurat Logo

Rano Karno Tinjau Pengolahan Sampah Modern di Denmark, Belajar Sistem Waste-to-Energy

Okto Rizki Alpino | 19 Mei 2026, 14:12 WIB
Rano Karno Tinjau Pengolahan Sampah Modern di Denmark, Belajar Sistem Waste-to-Energy
Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, meninjau fasilitas pengolahan sampah Copen Hill di Kopenhagen, Denmark, waktu setempat. (Dok. Dinas Kominfotik Jakarta)

AKURAT.CO Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, bersama Delegasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta meninjau fasilitas pengolahan sampah Copen Hill di Kopenhagen, Denmark.

Kunjungan tersebut untuk mempelajari sistem pengelolaan sampah modern yang terintegrasi dan ramah lingkungan.

Fasilitas yang beroperasi sejak 2017 itu mampu mengolah sekitar 440.000 hingga 610.000 ton sampah setiap tahun. Dari proses tersebut, Copen Hill menghasilkan sekitar 283 GWh listrik dan 1.383 GWh energi panas.

Baca Juga: Dukung Penerapan EPR, Unicharm Edukasi Pilah Sampah ke Masyarakat Karawang Wujudkan Pengurangan Sampah 2029

Rano mengatakan, pengelolaan sampah di Copen Hill menunjukkan fasilitas lingkungan dapat dibangun secara modern, efisien, dan terbuka bagi masyarakat.

"Teknologinya sangat maju. Tidak hanya mengolah sampah menjadi energi, sisa pembakarannya juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran aspal," ujar Rano dalam keterangannya, Selasa (19/5/2026).

Menurutnya, pengalaman Kopenhagen dapat menjadi inspirasi bagi Jakarta dalam mempercepat pengurangan dan pengolahan sampah perkotaan secara berkelanjutan. Dia menegaskan, pemilahan sampah dari sumbernya menjadi kunci utama keberhasilan pengelolaan sampah.

"Teknologi bisa dibangun, tetapi keberhasilannya sangat ditentukan oleh partisipasi warga," imbuhnya.

Di fasilitas itu, sampah yang telah dipilah diolah menggunakan teknologi waste-to-energy. Sampah dibakar pada suhu hingga 1.000 derajat Celsius untuk menghasilkan uap panas yang menggerakkan turbin pembangkit listrik.

Baca Juga: DLH Jakarta Pastikan Sampah yang Sudah Dipilah Tak Tercampur Saat Pengangkutan

Energi yang dihasilkan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan listrik dan pemanas sekitar 100.000 hingga 150.000 rumah tangga di Kopenhagen.

Pengelola Copen Hill menyebut keberhasilan pengolahan sampah tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga kedisiplinan masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah.

Warga menerapkan pemilahan sampah dalam 10 kategori, mulai dari sampah makanan hingga kaca, plastik, dan logam.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.