Jelang Puncak Haji, Pemerintah Pakai Skema Makanan Siap Santap untuk Konsumsi Jemaah

AKURAT.CO Pemerintah memberi perhatian khusus menjelang puncak haji, yang berlangsung pada 8 hingga 13 Dzulhijjah 1447 Hijriah atau pada 25 hingga 30 Mei 2026 di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Puncak haji di Armuzna menjadi fase terpenting dan terberat dalam ibadah haji. Di fase ini jemaah melakukan wukuf (berdiam diri di Arafah), mabit (bermalam di Muzdalifah dan Mina), dan melempar jumrah (di Mina).
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, mengatakan konsumsi menjadi salah satu yang menjadi perhatian jelang puncak haji.
Baca Juga: Cegah Haji Ilegal, Pemerintah Harus Percepat Perpres Tata Kelola Keimigrasian
Fase Armuzna merupakan periode yang sangat padat dan membutuhkan kesiapan layanan yang cepat, aman, dan terukur, termasuk dalam penyediaan makanan bagi jemaah.
"Karena itu, layanan konsumsi harus dipastikan berjalan baik. Bagi kami, konsumsi bukan sekadar penyediaan makanan, tetapi bagian penting dari ikhtiar menjaga kesehatan dan stamina jemaah agar dapat beribadah dengan tenang dan khusyuk," ujar Maria, dikutip Selasa (19/5/2026).
Pemerintah menyiapkan skema katering ready to eat atau makanan siap santap untuk mendukung layanan konsumsi jelang, selama, hingga pasca-puncak haji.
Skema ini dipilih dengan mempertimbangkan kecepatan distribusi, kemudahan konsumsi bagi jemaah, daya tahan makanan di tengah mobilitas tinggi, serta pemenuhan standar gizi, kebersihan, dan keamanan pangan.
Baca Juga: KPK Periksa Muhadjir Effendy Terkait Kasus Kuota Haji, Ini Hubungannya
"Makanan siap santap ini disiapkan dengan cita rasa nusantara agar lebih sesuai dengan selera jemaah Indonesia. Selain aman dan higienis, kami ingin makanan yang diterima jemaah juga familiar dan nyaman dikonsumsi," jelasnya.
Selama fase Armuzna, jemaah haji Indonesia akan memperoleh total 15 porsi makanan dengan cita rasa nusantara yang disediakan oleh pihak syarikah.
Selain itu, disiapkan enam porsi makanan pada fase pra-Armuzna pada 7 dan 8 Dzulhijjah, serta pasca-Armuzna pada 13 Dzulhijjah, atau bertepatan dengan 24, 25, dan 30 Mei 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








