Akurat Logo

Naik Maung, Presiden Prabowo Disambut Puan Maharani Hadiri Sidang Paripurna DPR

Moehamad Dheny Permana | 20 Mei 2026, 10:09 WIB
Naik Maung, Presiden Prabowo Disambut Puan Maharani Hadiri Sidang Paripurna DPR
Presiden Prabowo Subianto disambut Ketua DPR, Puan Maharani, saat tiba di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). Foto: Setpres

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto tiba di Gedung DPR RI untuk menghadiri secara langsung Rapat Paripurna DPR RI yang digelar Rabu (20/5/2026).

Presiden Prabowo tiba sekitar pukul 09.25 WIB dengan menggunakan mobil Maung, yang merupakan hasil industri dalam negeri. Ketibaannya disambut langsung oleh Ketua DPR RI, Puan Maharani.

Setelah itu, Prabowo dan Puan kemudian berjalan menyusuri karpet merah untuk memasuki Gedung Kura-kura yang menjadi lokasi sidang paripurna kali ini.

Saat masuk, Prabowo kemudian disambut oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad beserta pimpinan DPR RI lainnya.

Berdasarkan informasi, Rapat Paripurna DPR RI akan berlangsung pukul 10.00 WIB di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta Pusat.

Baca Juga: Prabowo Sampaikan Langsung KEM-PPKF di DPR Menandakan Perhatian Sangat Serius atas Kondisi Ekonomi

Berdasarkan lampiran dalam surat undangan, dijelaskan bahwa terdapat tiga acara yang akan dilakukan, pertama yaitu Penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027 oleh Pemerintah.

Kedua, Laporan Badan Legislasi DPR RI atas Evaluasi Perubahan Kedua Prolegnas RUU Prioritas Tahun 2026, dilanjutkan dengan pengambilan keputusan.

Dan ketiga yaitu Pendapat Fraksi-fraksi atas Rancangan Undang-Undang Usul Inisiatif Komisi III tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, dilanjutkan dengan pengambilan Keputusan menjadi RUU Usul DPR RI.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan alasan Presiden Prabowo menghadiri secara langsung Rapat Paripurna DPR RI.

Pras, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa keputusan tersebut diambil karena Presiden Prabowo ingin memanfaatkan momentum Hari Kebangkitan Nasional untuk menyatukan pandangan dalam rangka memperkuat perekonomian nasional.

Baca Juga: Presiden Prabowo Beberkan Strategi Jaga Soliditas TNI-Polri

“Kebetulan tanggal 20 hari kebangkitan nasional jadi Presiden ingin memanfaatkan momentum untuk sekali lagi kita menyatukan pandangan dan kekuatan sebagai satu bangsa terutama didalam menjalankan tugas menjaga perekonomian bangsa kita,” ujar Pras melalui keterangannya kepada awak media, Selasa (19/5/2026).

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.