Akurat Logo

Prabowo Puji PDIP Tetap di Luar Pemerintahan: Saudara Berjasa untuk Demokrasi Kita

Moehamad Dheny Permana | 20 Mei 2026, 14:03 WIB
Prabowo Puji PDIP Tetap di Luar Pemerintahan: Saudara Berjasa untuk Demokrasi Kita
Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Presiden Prabowo Subianto bersilaturahmi dengan Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (19/02/2026). Foto: BPMI Setpres.

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, secara terbuka melayangkan pujian serta ucapan terima kasih yang mendalam kepada PDI Perjuangan atas pilihan politik mereka.

Hal itu terjadi dalam Rapat Paripurna DPR RI terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal Tahun 2027, Rabu (20/5/2026).

Dia secara blak-blakan menyatakan sangat menghormati keputusan partai berlogo banteng moncong putih tersebut untuk tetap berada di luar pemerintahan.

Menurutnya, langkah yang diambil oleh PDIP merupakan sebuah pengorbanan besar demi menjaga marwah demokrasi di Indonesia melalui fungsi kontrol sosial.

Baca Juga: Prabowo: Jangan Kagumi Bangsa yang Kaya dari Merampas Kekayaan Negara Lain

"Memang tidak semua partai di sini bagian dari pemerintah dan saya hormati dan saya hargai itu. Demokrasi kita perlu check and balances. Saya paham dan saya mengerti bahwa PDIP berkorban untuk berada di luar pemerintah. Saya mengerti itu. Sebenarnya saya ingin ucapkan terima kasih kepada PDIP. Saudara berjasa untuk demokrasi kita," ujar Prabowo di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.

Meskipun secara pribadi menginginkan konsep gotong royong di mana semua partai bergabung dalam pemerintahan, mantan menteri pertahanan ini menyadari hal itu kurang sehat bagi demokrasi.

Keberadaan oposisi dinilai sangat penting untuk mengawasi jalannya roda pemerintahan eksekutif agar tidak kebablasan.

Baca Juga: Presiden Prabowo Bidik Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen pada 2027, Jarak Kaya dan Miskin Harus Menyempit

"Memang maunya saya itu gotong royong. Kalau semua partai di pemerintah, alangkah manisnya. Alangkah manisnya untuk saya, tapi mungkin tidak baik. Setiap pemimpin harus mau dikritik. Setiap eksekutif harus diawasi. Terima kasih atas pengawasan Saudara," tuturnya.

Dia pun sempat berseloroh mengenai bagaimana tajamnya kritik-kritik yang kerap dilayangkan oleh kader PDIP selama ini. Namun dia menyadari bahwa kritikan pedas tersebut pada hakikatnya adalah obat untuk menyelamatkan kepemimpinannya.

"Kadang-kadang saya malam-malam sebelum tidur, pilu hati saya. Ini anggota PDIP ini kadang-kadang kritiknya keras banget itu. Tapi saya sadar lama-lama sebetulnya mungkin ada dasarnya, iya kan? Ada pepatah yang mengatakan kalau orang mengingatkan kita, walaupun kita tidak suka dikasih peringatan, tapi sebenarnya dia menyelamatkan kita, Saudara-saudara sekalian," ungkapnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.