Transparansi Diperkuat, TBIG Wujudkan Program CSR Antipencitraan

AKURAT.CO PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat transparansi pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan.
Melalui kerja sama dengan Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP), TBIG resmi membuka program Journalism Fellowship on CSR angkatan ke-3.
Program fellowship ini dirancang khusus untuk melibatkan para jurnalis dalam mengawal berbagai isu-isu sosial, pendidikan, lingkungan hingga hal-hal yang berkaitan dengan CSR.
Chief of Business Support Officer TBIG, Lie Si An, menilai bahwa sinergi yang telah terbangun pada angkatan sebelumnya terbukti memberikan dampak positif yang merata bagi seluruh pihak yang terlibat.
"Dengan kerja sama yang baik dengan GWPP, ya, dan angkatan pertama, kedua berjalan, dan banyak tanggapan positif dari peserta, dan kami pun juga melihat ada manfaatnya tidak hanya buat Tower Bersama Group, tapi pun juga buat para teman-teman jurnalis juga," kata Lie Si An di Kantor TBIG Karawaci, Tangerang, Banten, Jumat (22/6/2026).
Dalam menjalankan seluruh program kontribusi sosialnya, TBIG memiliki visi besar yang berfokus pada pembangunan bangsa. Perusahaan penyedia infrastruktur telekomunikasi ini mengusung sebuah slogan yang memuat target serta esensi utama dari pergerakan mereka di lapangan.
"Ada satu tagline untuk di CSR ya, kita tagline-nya itu 'Bersama untuk Indonesia'. Ya kita melakukan kebaikan ini untuk apa? Ya sebenarnya untuk Indonesia," ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, emiten berkode saham TBIG ini mengelompokkan gerakan sosial mereka ke dalam empat pilar utama, yaitu Bangun Sehat, Bangun Cerdas, Bangun Budaya, dan Bangun Hijau. Seluruh pilar tersebut dijalankan dengan standar internasional yang ketat dan terukur.
"Paling gampang framework-nya pakai ISO, ya. Ada ISO 26000, dan tadi juga disinggung kenapa sih teman-teman jurnalis ini ada di sini dan kenapa Tower Bersama ingin berkontribusi juga dengan para teman-teman para jurnalis ini karena di ISO ini salah satu yang didefinisi itu adalah stakeholder," tuturnya.
Lie Si An menilai, keberadaan media massa menjadi sangat krusial bagi perusahaan terbuka seperti TBIG. Melalui hubungan yang transparan dengan para jurnalis, perusahaan dapat memastikan bahwa seluruh arus informasi mengenai aktivitas bisnis dan sosial dapat tersampaikan dengan akurat kepada publik.
"Di dalam stakeholder ini waktu kami ikut ISO ini sertifikasi untuk di TBIG, salah satu stakeholder kami itu adalah media, jurnalis. Kenapa kok di sini jurnalis gitu? Tentunya jurnalis dengan perusahaan kami yang Tbk ada hal-hal yang perlu kita terbuka untuk sampaikan. Lalu juga terutama dalam hal informasi, keterbukaan," jelasnya.
Ia menegaskan bahwa konsistensi program sosial yang telah berjalan selama lebih dari satu dekade ini didasarkan pada dampak riil di lapangan. TBIG berkomitmen penuh untuk menghindari program-program yang hanya bertujuan untuk mendongkrak popularitas semata.
"Dengan menjalankan CSR selama 10 tahun lebih, kami juga menyadari bahwa CSR yang kami jalani bukan CSR yang pencitraan. Kami tidak mau menjalankan CSR yang pencitraan tapi memang CSR-nya ada hal yang riil yang bisa dilihat gitu dampaknya," tegasnya.
Lie menekankan bahwa TBIG menerapkan prinsip keterbukaan agar seluruh aktivitas sosial yang dilakukan dapat diakses dan dipertanggungjawabkan secara jelas kepada seluruh pemangku kepentingan.
Pada kesempatan yang sama, Direktur GWPP, Nurcholis MA Basyari, mengapresiasi komitmen TBIG dalam menjalankan program Journalism Fellowship on CSR yang kini sudah memasuki angkatan ke-3.
Menurutnya, pelatihan bagi para jurnalis ini sangat dibutuhkan di tengah dunia yang terus maju dan berkembang. Di sisi lain, upaya ini bisa menjadi solusi di tengah keterbatasan fokus dari pemerintah.
"Kami, mewakili teman-teman di GWPP mengucapkan terima kasih lagi sebesar-besarnya dan apresiasi. Karena bagaimanapun, pelatihan ini satu sisi dibutuhkan, tapi sisi lain negara yang semestinya, seharusnya hadir, mungkin karena punya kesibukan yang lain. Kalau istilahnya tadi kita diskusi, negara sedang ada kesibukan yang lain sehingga kita mengambil alihlah sebagai warga negara yang baik, kira-kira gitu," jelas Nurcholis.
Ia berharap program CSR yang dilakukan TBIG ini dapat membawa dampak positif yang luas dan bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
"Kalau istilahnya Pak Frans itu kerja kita, baik TBIG maupun GWPP dan jurnalis wartawan, titik pertemuannya adalah kerja perubahan. Pak Si An itu berkali-kali menekankan kerja CSR ini itu kerja perubahan. Perubahan ke arah yang lebih baik bukan hanya untuk TBIG tapi buat masyarakat yang terdampak program ini,” ungkapnya.
Sebagai informasi, program Journalism Fellowship on CSR angkatan ke-3 ini diikuti 15 peserta dari berbagai media yang tersebar di Tanah Air. Peserta akan mengikuti 14 sesi pertemuan baik secara daring dan luring yang akan difokuskan selama bulan Juni.
Adapun, sejumlah materi yang diberikan meliputi produksi berita, jurnalisme audio visual, etika dan hukum pers, isu CSR, kurikulum sekolah vokasi, pelestarian budaya hingga pemanfaatan artificial intelligence (AI).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal



