Akurat Logo

Pembelian Jet Tempur Rafale Bukan Sebatas Belanja, Tapi Investasi Strategis Jangka Panjang

Moehamad Dheny Permana | 1 Juni 2026, 17:02 WIB
Pembelian Jet Tempur Rafale Bukan Sebatas Belanja, Tapi Investasi Strategis Jangka Panjang
Jet tempur Rafale yang baru saja dibeli Indonesia. (kemhan.go.id)

AKURAT.CO Pemerintah terus memperkuat sistem pertahanan nasional melalui modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), guna menjaga kedaulatan wilayah serta menjawab tantangan keamanan yang semakin dinamis.

Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui penguatan armada pertahanan udara, termasuk kehadiran pesawat tempur Rafale untuk TNI Angkatan Udara.

Sebagai negara kepulauan dengan wilayah udara yang sangat luas, Indonesia memerlukan sistem pertahanan yang modern dan terintegrasi untuk memastikan keamanan nasional tetap aman dan terjaga.

Baca Juga: Dari Rafale hingga Pendidikan, Macron dan Prabowo Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia-Prancis

Penguatan kemampuan pertahanan udara dilakukan tidak hanya melalui pengadaan pesawat tempur modern, tetapi juga pengembangan radar pendeteksi ancaman dan sistem pertahanan pendukung lainnya.

"Kehadiran alutsista modern seperti jet tempur Rafale, radar pendeteksi ancaman, dan sistem pertahanan terbaru menjadi bagian dari upaya negara untuk memastikan wilayah Indonesia tetap aman dan terjaga," ujar Juru Bicara Kemhan, Rico Ricardo Sirait, melalui keterangannya, Senin (1/6/2026).

Pesawat tempur Rafale merupakan alutsista multi-role yang dirancang untuk menjalankan berbagai misi, mulai dari pengawasan udara, pertahanan wilayah, hingga mendukung operasi strategis lainnya.

Dukungan teknologi modern yang dimiliki memungkinkan pelaksanaan operasi secara lebih efektif dalam berbagai kondisi.

"Perlu dipahami juga, pengadaan alutsista modern bukan semata-mata soal belanja pertahanan negara. Ini adalah investasi strategis jangka panjang untuk menjaga keamanan nasional, stabilitas kawasan, dan memastikan pembangunan Indonesia dapat berjalan dengan aman dan berkelanjutan," ujar Rico.

Baca Juga: Presiden Prabowo Serahkan Jet Tempur Rafale, Dassault Falcon 8X dan Airbus A400M kepada TNI

Modernisasi pertahanan juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi pembangunan nasional. Selain memperkuat kemampuan menjaga kedaulatan negara, kerja sama pengadaan alutsista modern turut membuka peluang transfer teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan industri pertahanan dalam negeri.

Menurutnya, pertahanan yang kuat tidak hanya berkaitan dengan aspek militer, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan pembangunan nasional.

"Pertahanan yang kuat bukan hanya tentang menjaga batas wilayah, tetapi juga menjaga rasa aman masyarakat, melindungi pembangunan nasional, dan memastikan Indonesia tetap berdiri tegak di tengah dinamika dunia," tambahnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.