Akurat Logo

Prabowo Optimistis Program MBG Dorong Kemajuan Ekonomi Nasional

Moehamad Dheny Permana | 3 Juni 2026, 22:11 WIB
Prabowo Optimistis Program MBG Dorong Kemajuan Ekonomi Nasional
Presiden Prabowo Subianto dalam acara Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition di Sentul.

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah strategis pemerintah untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan gizi anak-anak Indonesia sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) nasional.

Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam acara Building Indonesia's Future Generations Through Nutritionyang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026).

Menurut Prabowo, Program MBG berangkat dari kondisi yang masih ditemukan di berbagai daerah, di mana banyak anak berangkat ke sekolah tanpa sarapan dan tidak mendapatkan asupan gizi yang memadai di rumah.

"Makan Bergizi Gratis ini konsepnya sangat sederhana. Kenyataannya, kita menemukan sebagian anak-anak kita tiap pagi berangkat ke sekolah tidak makan pagi. Bahkan di rumahnya pun jarang mendapatkan makanan yang bergizi," kata Prabowo.

Ia mengungkapkan, angka kekurangan gizi di sejumlah wilayah Indonesia masih cukup tinggi, bahkan mencapai lebih dari 20 persen hingga mendekati 30 persen.

Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan stunting yang berdampak pada perkembangan otak, otot, dan tulang anak.

"Ada bagian-bagian negara kita yang lebih dari 20 persen, mendekati 30 persen, anak-anak kita kurang gizi. Yang terjadi adalah stunting, sehingga perkembangan sel otak, sel otot, dan tulang tidak optimal," ujarnya.

Prabowo menekankan bahwa kekurangan gizi tidak hanya memengaruhi kesehatan, tetapi juga dapat menghambat kemampuan anak dalam mengembangkan potensinya, termasuk dalam bidang pendidikan dan pekerjaan di masa depan.

Baca Juga: Istana Bantah Narasi Presiden Prabowo Pernah Ditolak Negara Tujuan Kunjungan

Menurutnya, kondisi tersebut kerap ditemuinya saat berinteraksi langsung dengan masyarakat di berbagai daerah.

"Artinya, mereka tidak berkembang sesuai potensinya sebagai manusia normal. Kemampuannya menjadi di bawah normal. Bahkan ada yang kesulitan hanya untuk lulus sekolah dasar, apalagi meningkatkan taraf hidup dibandingkan orang tuanya yang bekerja sebagai petani, nelayan, atau buruh harian," tuturnya.

Karena itu, Prabowo menilai Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Program MBG memiliki peran penting dalam mendukung kelompok masyarakat yang membutuhkan sekaligus memperkuat kualitas generasi penerus bangsa.

Ia menambahkan, sejumlah negara maju juga telah menjalankan program serupa untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakatnya.

"Program ini sangat penting. Kalau berhasil, akan membawa kemajuan yang sangat besar bagi perekonomian kita," katanya.

Selain memberikan manfaat di bidang kesehatan dan pendidikan, Prabowo menilai Program MBG akan menciptakan dampak ekonomi yang luas hingga ke tingkat desa.

Operasional dapur-dapur MBG, kata dia, akan menyerap hasil produksi petani dan pelaku usaha lokal sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kalau dapur-dapur ini berjalan dengan baik, ekonomi desa akan hidup. Petani akan meningkat penghasilannya, tidak lagi terlalu bergantung kepada tengkulak, dan hasil jerih payah mereka dapat terserap dengan baik," ujarnya.

Presiden meyakini, ketika Program MBG mencapai puncak pelaksanaannya, program tersebut dapat menjangkau sekitar 83 hingga 85 juta penerima manfaat serta membuka jutaan lapangan kerja baru.

"Kalau program ini berjalan pada puncaknya, kita bisa memberi makan 83 hingga 85 juta orang. Dengan 30 ribu dapur yang berjalan dengan baik, kita bisa menciptakan 1,5 juta lapangan kerja formal dan sekitar 1,5 juta pekerjaan lainnya di ekonomi pedesaan. Artinya, ada sekitar 3 juta lapangan kerja yang tercipta dan perputaran uang di desa akan sangat besar. Saya yakin program ini akan berhasil," tandas Prabowo.

Baca Juga: Dua Bulan Beroperasi, Pegadaian Timor Leste Tumbuh Pesat

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.