Rano Karno Bilang 95 Persen Kebakaran di Jakarta Akibat Korsleting Listrik, PLN: Harus Berdasarkan Investigasi

AKURAT.CO PT PLN (Persero) membantah pernyataan Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, yang menyebut 95 persen kasus kebakaran di Jakarta disebabkan korsleting listrik. PLN menilai angka tersebut tidak didukung data resmi yang dapat dipertanggungjawabkan.
General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch Andy Adchaminoerdin, mengatakan hingga kini tidak ada rilis resmi dari aparat penegak hukum yang menunjukkan persentase kebakaran akibat korsleting listrik, sebagaimana yang disampaikan Wakil Gubernur Jakarta.
"Apalagi menyebut angka 95 persen. Apa itu, enggak bisa lah (asal sebut), dari kepolisian sendiri saja belum ada datanya," kata Andy kepada wartawan, Rabu (10/6/2026).
Baca Juga: Rano Karno: 95 Persen Kebakaran di Jakarta Dipicu Korsleting Listrik
Dia menegaskan, penyebab kebakaran merupakan persoalan yang kompleks dan tidak dapat disimpulkan secara sederhana tanpa proses investigasi yang menyeluruh.
Menurut dia, setiap insiden kebakaran memiliki karakteristik dan faktor pemicu yang berbeda sehingga diperlukan pemeriksaan teknis untuk memastikan penyebab utamanya.
Dia pun meminta seluruh pihak berhati-hati dalam menyampaikan informasi kepada publik, terutama terkait penyebab kebakaran. Penyampaian data yang tidak didasarkan pada hasil investigasi resmi, kata dia, berpotensi menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.
"Penyebab kebakaran harus berdasarkan hasil pemeriksaan dan investigasi. Jangan sampai muncul informasi yang belum bisa dipertanggungjawabkan karena bisa menyesatkan masyarakat," ujarnya.
Meski membantah klaim tersebut, Andy mengakui masih ditemukan berbagai pelanggaran kelistrikan di sejumlah wilayah Jakarta. Salah satunya adalah praktik penyambungan listrik ilegal, yang hingga kini masih menjadi perhatian serius PLN.
Menurut dia, sambungan listrik tanpa izin tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan kelistrikan yang dapat mengancam keselamatan warga.
Baca Juga: Korban Kebakaran Kebon Kosong Dapat Layanan Kesehatan, Logistik, hingga Trauma Healing
"Fenomena tersebut menjadi perhatian serius karena berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat," tuturnya.
Andy menjelaskan, petugas PLN secara rutin melakukan pemeriksaan jaringan dan instalasi listrik di lingkungan permukiman, terutama kawasan padat penduduk yang memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi.
Selain pengawasan, PLN juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan listrik yang aman dan sesuai standar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Urusan Hary Tanoe dan Mbak Tutut Sudah Kelar, Jusuf Hamka Diduga Lakukan Klaim Sepihak
- 2Kalender Jawa 8 Juni 2026: Watak Weton Senin Legi, Sosok yang Ramah dan Disukai Banyak Orang
- 3Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan: Analisis Lengkap, Head to Head, dan Susunan Pemain
- 4Menkeu Purbaya Tidak Diganti, Rupiah dan IHSG Kompak Meroket
- 5Prediksi Skor Senegal vs Arab Saudi 10 Juni 2026, lengkap dengan Statistik Head to Head dan Susunan Pemain
- 6Cara Nonton Piala Dunia 2026 Gratis di HP dan Laptop Lewat Link Resmi
- 7Ketua Komisi IV DPR Beri Penghargaan Tim Operasi Pengamanan Taman Nasional Komodo
- 8Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 9Jawab Aksi Mahasiswa, Qodari: Prabowo Sudah Hemat Rp300 Triliun dan Perangi Kebocoran APBN
- 10Bos Blueray Cargo Akui Kucurkan Rp30 Miliar ke Dedi Congor








