Kemenkes Ajak Lansia Tetap Bahagia dan Rutin Jalan Kaki demi Hidup Sehat dan Produktif

AKURAT.CO Kementerian Kesehatan menyelenggarakan acara puncak peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30. Dalam acara tersebut, Kemenkes mengajak masyarakat untuk mempersiapkan masa lansia yang sehat sejak usia produktif.
Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan, Imran Pambudi, mengatakan menjaga kesehatan lansia melalui aktivitas fisik yang sederhana sangat penting, seperti berjalan kaki secara rutin serta menjaga lansia mood lansia untuk selalu bahagia, menjadi upaya preventif agar lansia tetap sehat dan produktif.
Berjalan kaki merupakan salah satu bentuk olahraga yang paling mudah dilakukan dan memiliki manfaat besar bagi kesehatan lansia. Dari penelitian yang ada berjalan kaki menjadi olahraga ringan yang dapat dilakukan oleh lansia.
"Jadi jalan kaki itu minimal 30 menit tiap hari, seminggu lima kali. Itu yang minimal," ujar Imran di RS PON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono, Jakarta, Sabtu (13/6/2026).
Selain berjalan kaki, melakukan latihan kekuatan untuk mempertahankan massa otot juga tidak kalah penting dilakukan, mengingat mas otot mulai berkurang sejak seseorang memasuki usia 30 tahun.
Latihan angkat beban tidak harus dilakukan dengan peralatan berat seperti barbel, maka yang terpenting ialah menjaga penurunan massa otot sejak dini.
Menurutnya, menjaga kesehatan untuk masa lansia idealnya dapat dilakukan sejak usia 40 hingga 45 tahun. Maka untuk menjaga kebugaran di usia lanjut tidak bisa dimulai ketika seseorang telah memasuki usia 60 tahun.
"Untuk menjaga atau membuat lansia tetap sehat, itu enggak bisa mulai pada umur 60 mulainya. Jadi harus mulai sejak umur 40 atau paling telat 45. Karena kalau sudah umur 60 sudah telat," ujarnya.
Baca Juga: Lowongan Kerja Lansia Dibuka, Kemnaker Gandeng Boga Group
Selain aktivitas fisik, Imran menilai interaksi sosial juga berpengaruh terhadap kesehatan lansia. Seperti senam, menari, atau tenis apat menjadi olahraga alternatif yang dapat membantu melatih koordinasi sekaligus memperluas interaksi sosial.
"Ada juga yang menyatakan bahwa menari, dancing itu juga penting. Karena dia melatih koordinasi antara musik, gerak, dan juga kalau menari kan enggak mungkin sendirian, ada temennya. Nah, itu juga bagus," ucapnya.
Imran juga menekankan bahwa kebahagiaan merupakan faktor penting dalam menjaga kualitas hidup lansia. Maka pendekatan preventif salah satu yang utama dibandingkan pengobatan setelah sakit.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









