Akurat Logo

Prabowo: Swasembada Pangan Tak Hanya untuk Satu Tahun, Tapi Seterusnya

Moehamad Dheny Permana | 24 Juni 2026, 21:37 WIB
Prabowo: Swasembada Pangan Tak Hanya untuk Satu Tahun, Tapi Seterusnya
Presiden Prabowo Subianto.

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan bukanlah pencapaian sesaat, melainkan fondasi menuju kemandirian pangan jangka panjang.

"Kita swasembada pangan tidak ringan. Dalam sejarah Indonesia baru sekali kita swasembada pangan. Kalau tidak (salah) 1984, satu tahun. Kita yakin, kita swasembada pangan tidak hanya untuk satu tahun. Untuk seterusnya, kita akan swasembada pangan," kata Prabowo dalam acara puncak Pekan Nasional Kontak Tani dan Nelayan Andalan XVII Tahun 2026 di Gorontalo, Rabu (24/6/2026).

Dia menegaskan, hasil yang mulai terlihat saat ini merupakan buah dari kerja keras yang telah dilakukan selama beberapa waktu. Dia mengingatkan, sektor pertanian dan perkebunan membutuhkan proses panjang sebelum menghasilkan manfaat ekonomi.

Baca Juga: Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih Dunia

"Tanam beras, tanam padi, tiga bulan baru ada hasil. Tanam kelapa sawit lima tahun baru ada hasil. Tanam singkong sepuluh bulan baru ada hasil. Upaya kita tidak segera, tapi sekarang sudah mulai kelihatan. Usaha kita yang sudah kelihatan di depan mata, bukan di depan mata, nyata, yaitu swasembada pangan," lanjutnya.

Prabowo juga menyinggung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menurutnya memiliki keterkaitan langsung dengan kesejahteraan petani, nelayan, dan kebutuhan gizi masyarakat. Dia menanggapi adanya pihak-pihak yang masih mempertanyakan urgensi program tersebut.

Baca Juga: Swasembada Bawang Putih Dikejar 4 Tahun, Wamentan: Benih Kunci Utamanya

"Ada juga yang tidak setuju MBG. Harusnya mereka yang tidak setuju MBG datang ke sini. Tanya itu petani nelayan, MBG perlu atau tidak? Tanya anak-anak, MBG perlu atau tidak?" ujar Prabowo.

Menurutnya, kebutuhan pangan merupakan persoalan paling mendasar yang harus dipenuhi negara. Karena itu, Prabowo menolak anggapan yang menyebut ada persoalan lain yang lebih mendesak dibanding pemenuhan kebutuhan makan masyarakat.

"Katanya ada orang-orang pintar yang mengatakan ada yang lebih genting dari perut lapar. Saya kira enggak ada yang lebih genting dari perut lapar. Orang perut lapar itu kalau enggak segera diisi, ya dia mati. Dan PBB sudah meramalkan tahun ini kelaparan di dunia akan masif," tegasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.