Masyarakat Harus Jaga Persatuan dan Optimisme Menuju Indonesia Emas 2045

AKURAT.CO Indonesia tengah berada dalam fase penting pembangunan menuju visi Indonesia Emas 2045. Masyarakat diminta untuk menjaga optimisme dan terus mendukung pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Perjalanan tersebut tidak mudah karena dihadapkan pada berbagai tantangan global, mulai dari ketidakpastian ekonomi dunia, persaingan geopolitik, perkembangan teknologi yang sangat cepat, perubahan iklim, hingga persoalan ketahanan pangan.
Karena itu, sangat penting untuk menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, sehat, cerdas, dan memiliki daya saing tinggi sebagai fondasi utama pembangunan nasional.
Baca Juga: Menuju Indonesia Emas 2045, BGN Tekankan MBG untuk Kelompok Rentan
Wakil Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) PP Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA), Irjen Pol (Purn) Herry Dahana, menilai kemajuan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengkritik pemerintah, tetapi juga oleh kesediaan masyarakat untuk mengawal kebijakan secara objektif dan memberikan dukungan terhadap program-program yang berpihak pada kepentingan rakyat.
"Tidak ada bangsa yang menjadi maju hanya karena pandai mengkritik. Bangsa yang maju adalah bangsa yang mampu mengawal pemerintah, memberikan masukan yang objektif, serta mendukung setiap kebijakan yang benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat," kata Herry dalam keterangannya, Kamis (25/6/2026).
Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto telah membawa visi besar untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang kuat, mandiri, dan sejahtera.
Visi tersebut diwujudkan melalui berbagai program strategis yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, seperti penguatan ketahanan pangan, peningkatan kualitas pendidikan, hilirisasi industri, pembangunan ekonomi, serta investasi pada kualitas generasi muda.
Salah satu program yang menjadi perhatian publik adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dia mengakui, program tersebut menuai beragam respons dari masyarakat, mulai dari dukungan hingga kritik terkait efektivitas pelaksanaannya.
"Dalam negara demokrasi, perbedaan pandangan adalah sesuatu yang wajar. Namun alangkah baiknya jika setiap kebijakan dinilai secara objektif berdasarkan tujuan, pelaksanaan, hasil yang dicapai, serta bukti-bukti yang tersedia," ujarnya.
Baca Juga: Songsong Indonesia Emas 2045, Generasi Muda Harus Tingkatkan Kualitas Diri
Menurutnya, program makan bergizi bagi anak sekolah bukanlah kebijakan yang lahir tanpa contoh. Sejumlah negara maju maupun berkembang seperti Jepang, Finlandia, Brasil, India, dan Korea Selatan telah lama menjalankan program serupa sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia.
Program tersebut tidak hanya bertujuan mengurangi masalah gizi, tetapi juga meningkatkan kesehatan anak, kesiapan belajar, kualitas pendidikan, serta mendukung pemberdayaan ekonomi lokal melalui keterlibatan petani dan pelaku usaha setempat.
Dia juga mengutip laporan World Food Programme (WFP), yang menyebutkan bahwa sekitar 466 juta anak di 107 negara saat ini menerima program makan sekolah sebagai bagian dari investasi pemerintah di bidang pendidikan, kesehatan, dan pembangunan manusia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








