Hari Ini Tanggal Berapa Hijriah? Cek Kalender Islam 2 Juli 2026

AKURAT.CO Mengetahui kepastian tanggal dalam kalender Hijriah menjadi hal yang sangat penting bagi umat Muslim untuk menentukan ketepatan waktu beribadah, terutama ibadah sunah harian.
Memasuki permulaan bulan Juli, banyak masyarakat yang kembali mencari tahu konversi penanggalan Islam demi menyusun agenda keagamaan mereka.
Menariknya, pada hari Kamis (2/7/2026), terdapat perbedaan ketetapan penanggalan yang cukup signifikan antara versi Kementerian Agama (Kemenag) RI dan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.
Tabel Perbandingan Kalender Islam
Untuk menghindari kekeliruan dalam menghitung hari baik maupun pelaksanaan ibadah sunah, berikut adalah tabel konversi penanggalan Islam resmi untuk hari Kamis (2/7/2026):
Otoritas Penyelenggara | Tanggal Masehi | Tanggal Hijriah | Dasar Penentuan Metode |
Kemenag RI (Pemerintah) | Kamis (2/7/2026) | 16 Muharram 1448 H | Imkanur Rukyat (Kriteria MABIMS) |
PP Muhammadiyah | Kamis (2/7/2026) | 17 Muharram 1448 H | Hisab Hakiki Wujudul Hilal |
Mengapa Penanggalan Kemenag dan Muhammadiyah Berbeda Hari Ini?
Terjadinya selisih satu hari pada penanggalan Hijriah di Indonesia sudah menjadi fenomena yang lumrah, namun tetap memerlukan pemahaman agar tidak membingungkan masyarakat awam.
Baca Juga: 5 Saham Blue Chip yang Masih Murah dan Layak Dikoleksi
Per hari Kamis (2/7/2026), kalender cetak pemerintah menetapkan kita berada di tanggal 16 Muharram 1448 H. Sementara itu, kalender bentukan Muhammadiyah sudah selangkah lebih maju, yakni berada di tanggal 17 Muharram 1448 H.
Akar dari perbedaan satu hari ini disebabkan oleh cara pandang kedua institusi dalam melihat posisi hilal (bulan baru) pada pergantian tahun baru Islam lalu:
1. Kriteria MABIMS oleh Kementerian Agama
Kemenag RI menggunakan standar visibilitas hilal modern yang disepakati bersama Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).
Menurut kriteria ini, hilal baru dianggap sah beralih bulan jika saat matahari terbenam posisinya minimal berada di ketinggian 3 derajat dengan sudut elongasi minimal 6,4 derajat.
Jika pemantauan di lapangan belum mencapai angka tersebut, Kemenag akan menggenapkan (istikmal) sisa umur bulan sebelumnya menjadi 30 hari, sehingga penanggalannya melambat satu hari.
2. Metode Wujudul Hilal oleh Muhammadiyah
Di sisi lain, Muhammadiyah secara konsisten memakai prinsip Hisab Hakiki Wujudul Hilal. Melalui metode matematis-astronomis ini, Muhammadiyah tidak memerlukan pembuktian mata telanjang melalui rukyat.
Asalkan perhitungan menunjukkan bahwa bulan sudah berada di atas ufuk (meskipun hanya 0,5 derajat) saat matahari terbenam, maka malam itu juga otomatis dihitung sebagai tanggal satu di bulan baru. Karena itu, kalender Muhammadiyah kerap kali jatuh satu hari lebih cepat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








